Genjot Entrepreneur Muda, Kemendikbud Adakan FIKSI

Genjot Entrepreneur Muda, Kemendikbud Adakan FIKSI

0 35

ALHIKMAHCO,– Seiring dengan usaha meningkatkan perekonomian nasional, pemerintah kian peduli dengan tumbuhnya bibit-bibit entrepreneur baru di kalangan pemuda. Kepedulian itu ditunjukkan dengan diadakannya Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Nasional yang diadakan Kemendikbud Direktorat Pembinaan SMK.

“FIKSI merupakan ajang bagi siswa SMK yang memiliki bakat, maupun minat berwirausaha, untuk menampilkan kreatifitas dan inovasi di berbagai sektor yang sesuai dengan bidang keahliannya,” tutur Direktur Pembinaan SMK, Mustaghfirin Amin.

Dalam FIKSI yang diadakan pada 21-24 September 2016 di tiga SMK ternama di Bandung ini, Mustaghfirin mengaku tak sembarang memilih peserta. Direktorat SMK menyaring ratusan kelompok menjadi hanya 45 kelompok saja, sesuai dengan tiga bidang lomba: Cipta Kreasi Software, Produk Inovasi, dan Marketing.

Salah satu peserta memberikan tanggapannya. Fathurrahman, delegasi peserta dari Nabire, Papua mengaku merasa gembira bisa berpartisipasi dalam kegiatan FIKSI. Apalagi, ia yang memamerkan inovasi di bidang multimedia, bisa berkesempatan berbagi ilmu dengan peserta lainnya.

“Ada banyak ilmu dan masukan yang kami dapatkan. Ini menjadi perbaikan bagi produk inovasi kami kedepannya. Saya harap FIKSI bisa diadakan rutin, dan lomba-lomba sejenis ini dapat lebih sering diadakan,” katanya, ditemui Alhikmah di SMKN 3 Bandung, pada Sabtu (24/9/2016).

Serupa menjawab harapan Fathurrahman, Mustaghfirin Amin menyatakan FIKSI akan menjadi agenda tetap Kemendikbud. Acara ini, katanya, dapat menjadi alat pemerintah dalam mengukur sejauh mana tingkat kreatifitas, inovasi, dan karakter wirausaha siswa.

Mustaghfirin menyatakan bahwa melalui FIKSI, siswa SMK diharapkan mampu bersaing dikancah global. “Peningkatan kemampuan merupakan suatu keharusan, apalagi kita sudah menjadi bagian dari komunitas Masyarakat Ekonomi ASEAN. Kami harap ini bisa menjadi batu loncatan untuk mereka,” pungkasnya. (Aghniya/Alhikmah)