Gelar Seminar Parenting, HSMN Bekasi Tetap Waspadai Isu LGBT

Gelar Seminar Parenting, HSMN Bekasi Tetap Waspadai Isu LGBT

0 114

ALHIKMAHCO,– Meski wacana homoseksual tidak sesanter sebelumnya, tak membuat Komunitas Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) Bekasi menyurutkan perhatiannya terhadap wacana pergerakan kaum bersimbol pelangi tersebut. Salah satunya tetap mengingatkan masyarakat dengan menggelar Seminar Parenting bertajuk “Ancaman LBGT Pada Anak-Anak bersama Sinyo Egie”.

“Kita ingin masyarakat paham, bahwa LGBT ini bukan pergerakan main-main. Dengan adanya kegiatan ini, peserta bakal mengetahui lebih banyak bagaimana cara menyikapi sekaligus membangun keutuhan rumah tangga dari pengaruh propaganda homoseksual,” kata Koordinator acara seminar, Dyah Bagawie usai acara di Aula Pascasarjana UNISMA Bekasi, Ahad (03/04/2016).

“Karena itu, meski sudah tidak seramai sebelumnya, pergerakan mereka tetap harus diwaspadai. Gagasan LGBT itu merupakan salah satu item penyebaran industri pornografi. Melawan yang seperti itu, kita tidak bisa musiman. Kita harus terus aware,” lanjutnya.

Menurut Dyah, propaganda yang dilakukan oleh LGBT atau yang pro sangat halus, namun efektif dalam mempengaruhi. Sehingga, katanya, dengan hal tersebut, anak-anak dibiasakan untuk tidak merasa aneh, merasa nyaman bila ada orang-orang seperti itu di sekelilingnya.

“Pola hidup yang seperti itu akan menular. Seperti yang sudah dijelaskan Kak Sinyo, saya tidak percaya bahwa LGBT itu genetik. Pergerakan itu mempengaruhi tumbuh kembang anak. Setidaknya kita khawatir akan hal itu,” tandas muslimah bercadar ini.

Sementara itu, Korwil HSMN Bekasi, Rini Jati Wardani menegaskan bahwa kegiatan yang mereka selenggarakan itu sebagai ikhtiar membentengi diri dan keluarga dengan ilmu. “Bahwa pergerakan mereka (red_LGBT) itu ada dan massif, kalau kita benar-benar membuka mata,” kata Rini.

Rini menjelaskan bahwa komunitas HSMN ini sebagai komunitas yang concern pada pendidikan keluarga. Karenanya, mereka tidak sekadar membahas LGBT saja.“HSMN itu peduli kepada keluarga. Karena yang namanya pendidikan itu berasal dari rumah. Sehingga seminar-seminar seperti ini digelar, untuk membentengi keluarga dari hal yang berbahaya dan merusak keutuhan rumah tangga,” lanjutnya.

“Termasuk membentengi keluarga dari LGBT,” tandas Rini.  (Maharevin/Alhikmahco)