Gelar Bandung Berfilsafat, Direktur PIMPIN: Awal Tradisi Ilmiah yang Baik

Gelar Bandung Berfilsafat, Direktur PIMPIN: Awal Tradisi Ilmiah yang Baik

0 106
Peserta kuliah Bandung Berfilsafat. Dr. Syamsuddin Arif mengenakan baju putih duduk di tengah (pic.PIMPIN)

ALHIKMAH.CO–Bekerjasama dengan Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung menyelenggarakan sebuah kuliah intensif bertajuk ‘Bandung Berfilsafat’ guna menciptakan sebuah tradisi ilmiah di kalangan masyarakat terkhusus umat Islam.

Acara ini menghadirkan pembicara Direktur Eksekutif INSISTS Dr. Syamsudin Arif dan moderator Ketua Pascasarjana Pendidikan Islam UIKA Dr.Adian Husaini, bertempat di  Hotel Neo, Bandung, selama 10 sesi kuliah intensif berbasis filsafat Islam dan dibatasi sebanyak 35 peserta.

“Besar harapan kami umat Islam bisa mengedepankan ilmu untuk berkehidupan, mencintai ilmu, membiasakan diri berwacana secara ilmiah, dan bukan  tanpa dasar. Ini adalah awal tradisi ilmiah yang baik, dan kita ingin tradisi ini menjadi tradisi umat Islam. Karena Islam sendiri sangat menitikberatkan pada ilmu.,” kata Dr. Wendi Zarman, Direktur PIMPIN Bandung kepada Alhikmah pada Sabtu (23/4/2016).

PIMPIN selaku panitia acara pun bermaksud ingin meluruskan berkenaan dengan paham masyarakat hari ini tentang filsafat yang dianggap membingungkan. Dan juga ingin lebih memperkenalkan bahwa filsafat Islam itu tidak lepas dari nilai Al-Quran dan As-Sunnah.

“Sebenarnya filsafat itu sendiri harus ditempatkan di tempat yang tepat. Memang ada beberapa hal yang kurang tepat dalam filsafat, hanya saja semua itu sudah dikoreksi oleh para ulama Islam. Jadi kita tak perlu alergi dengan filsafat, tapi kita juga harus hati-hati dan menempatkannya pada tempat yang sesuai,” jelasnya lagi.

Ada pun kondisi umat hari ini tentang filsafat, jelas Dr. Wendi lebih cenderung ke Filsafat Barat, sehingga akhirnya hal itu menggoyahkan akidah umat Islam. Menurutnya, justru para ulama Islam merumuskan bahwa filsafat itu bisa membuat orang menjadi lebih kuat keyakinannya, bukannya tambah bingung seperti anggapan awam hari ini.

Pelaksanaan Bandung Berfilsafat diadakan dua hari selama akhir pekan. Pekan pertama pada 9-10 April 2016, dan pertemuan selanjutnya diadakan pada 23-24 April 2016.

“Tentu ini bukan program terakhir kita. Ada pun untuk ke depannya kita masih terus melihat perkembangannya,” tandasnya. (irfan s w/alhikmah)