Forsimpta: Menuju Muslim Profesional Teladan dari Kajian Perkantoran

Forsimpta: Menuju Muslim Profesional Teladan dari Kajian Perkantoran

0 348

Tidak banyak muslim yang tergugah untuk kemudian mencoba melawan arus dengan menjadikan kantor, tempat bekerja juga tempat mengadakan kajian keislaman. Namun dari sedikit itu, pun harus didera kebingungan saat ingin menggelar kajian taklim. Sebabnya, persoalan di dunia kerja urusan yang seperti ini pelik rasanya.

Sepenggal problematika ini yang kemudian menyertai lahirnya Forum Silaturahim Majelis Perkantoran Jakarta (Forsimpta). Seperti yang dikisahkan Koordinator Pembinaan dan Dakwah Forsimpta, Syaiful Bahri saat Alhikmah bertandang ke kantornya di bilangan Bintaro pada pertengahan Maret 2015.

“Mulanya ada beberapa pengurus rohis perkantoran di sekitar Sudirman dan Gatot Subroto – Jakarta yang merasa kegiatan dakwah di kantornya perlu dioptimalkan. Mereka banyak mengalami kendala, mulai dari mendatangkan nara sumber, menentukan tema kajian, sampai menggelar kegiatan islami,” ujar Ustadz Syaiful membuka cerita.

“Perwakilan dari rohis perkantoran itu menyepakati perlu adanya wadah yang memfasilitasi dakwah majelis perkantoran, dari situ lahirlah Forsimpta,” kilasnya menerangkan latar belakang di balik berdirinya Forsimpta tahun 2001 lalu.

Mengingat pentingnya pemberdayaan kajian perkantoran, di masa-masa awal berdirinya, Forsimpta langsung mengadakan silaturahim dan sosialisasi program-program ke pengurus-pengurus masjid perkantoran. Ternyata, imbuh Ustadz Syaiful, para pengurus majelis taklim kantoran itu antusias atas program-program Forsimpta. Karena rata-rata memiliki masalah yang sama. Heumh, rupanya, di balik hiruk pikuk kesibukan sebuah pekerjaan, terselip kebutuhan yang tidak bisa dinafikan akan sisi spiritualnya. Butuh hadirnya sebuah wadah yang bisa menyalurkan aspirasi. Memberikan arahan-solusi terhadap persoalan dakwah di perkantoran.