Fasilitas Publik Rusak dan Hilang Setelah Acara KAA, Ridwan Kamil Kecewa

Fasilitas Publik Rusak dan Hilang Setelah Acara KAA, Ridwan Kamil Kecewa

0 181
Ridwan Kamil sedang berpose bersama posternya di samping Gedung Merdeka Bandung, Kamis (23/4/2015). ALHIKMAH/rizki

ALHIKMAH.CO— Walikota Bandung Ridwan Kamil merasa sangat kecewa dan menyesalkan banyaknya sampah dan kerusakan yang terjadi pada hiasan dan fasilitas publik di sepanjang Jalan Asia Afrika. Setelah ribuan warga Bandung menghadiri karnaval dan pesta rakyat dalam rangkaian acara peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

“Saya cuma berharap tadinya semua aman terkendali, tidak ada yang dicuri. Tapi ternyata banyak yang dicuri, bunga diinjak-injak. Ini menunjukkan sebagian warga Kota Bandung belum dewasa, sebagian dari kita tidak beradab, belum bisa menghormati kerja keras orang,” tutur Ridwan Kamil di Savoy Homann Hotel Bandung, Senin (27/04/2015) seperti dilansir Kompas.com

Sebuah kursi yang rusak di sepenggal Jalan Asia Afrika (ridwankamiluntukbandung)
Sebuah kursi yang rusak di sepenggal Jalan Asia Afrika (ridwankamiluntukbandung)

Ia mengimbau agar masyarakat Bandung bisa menjaga fasilitas publik, dan menunjukkan sebagai masyarakat yang beradab. “Masyarakat tolong jaga. Kalau dari saya cuma imbauan saja. Situasi hari ini menunjukkan seberapa beradab kita,” kata Emil, panggilan karib Ridwan Kamil.

Selain sampah bertebaran, kerusakan pun terjadi di antaranya pada bendera-bendera negara sahabat di atas bola batu yang hilang dicuri, kursi kayu yang patah, pot bunga yang terinjak-injak hingga bunga rusak, tulisan nama negara yang dicopot di monumen Asia Afrika oleh tangan-tangan jahil.

hiasan berbentuk bola yang tidak berada di tempatnya (ridwankamiluntukbandung)
hiasan berbentuk bola yang tidak berada di tempatnya (ridwankamiluntukbandung)

Emil berharap, hal seperti ini tak terjadi lagi, dan menjadi renungan bersama. “Ini menjadi renungan ke masa depan, apakah Bandung siap atau tidak dibagusindirapiin, dibikin keren. Kalau begini, sakit hati saya. Tapi kita akan perbaiki dan akan kita rapikan. Saya harus ikhlas ngejaga Bandung, kalau dibawa pundung (marah), susah,” ucapnya. (mr/kompas.com/alhikmahco)