Fakta Menarik Bulan Sya’ban

Fakta Menarik Bulan Sya’ban

0 90
pic by faktariau.com

ALHIKMAHCO,– Sya’ban menjadi bulan persiapan yang penting diperhatikan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Namun tahukah pembaca, ada banyak fakta yang belum diketahui mengenai Sya’ban. Seperti apa? Simak berikut ini!

1. Bulan yang Keutamaannya Kerap Dilupakan
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Aisyah ra, ia menjelaskan aktivitas Sang Nabi pada Sya’ban. Rasulullah disebut kerap berpuasa pada bulan ini hingga bersambung pada puasa Ramadhan. Rasulullah menjelaskan alasannya meningkatkan intensitas puasa sunnah pada Sya’ban, yaitu lantaran pada bulan ini catatan amal kita diangkat ke langit. “Aku ingin amalanku diangkat ke langit dalam kondisi berpuasa,” sabda Rasulullah.

Amalan bulan Sya’ban kerap dilupakan dan dilalaikan, padahal keutamaannya tak bisa dipandang sebelah mata. Generasi salaf saja berlomba-lomba memaksimalkan ibadah di bulan ini. Pun, seorang tabi’in, Salmah bin Suhail al-Hadhrami al-Kufi mengatakan bahwa jika sudah memasuki Rajab, para tabi’in bergegas dan berlomba-lomba membaca Alquran.

2. Bulan Terjadinya Peristiwa Agung
Bulan Sya’ban merupakan bulan momentum berpindahnya kiblat umat Islam yang awalnya di Masjid Al Aqsha Palestina ke Masjidil Haram Makkah. Pada bulan ini pula, di tahun kedua hijrah, perintah wajib berpuasa mulai diberlakukan.

Pada bulan ini pula, sejarah mencatat meninggalnya para ulama besar. Di antaranya adalah ulama pakar tafsir, Ibnu Katsir, yang meninggal pada 26 Sya’ban 774 Hijriyah.

3. Dinamai oleh Kakek Moyang Rasulullah
Menurut Ahmad bin Yahya Tsa’lab, dalam bahasa Arab, Sya’ban bermakna cabang. . Disebut demikian, sebab bulan ini muncul layaknya cabang di antara dua bulan yang agung, yaitu Rajab dan Ramadhan. Orang yang pertama kali menamakan bulan ini dengan sebutan Sya’ban adalah Qushayyi bin Kilab, kakek moyang Rasulullah SAW kelima pada 412 Masehi.

Menurut Ibnu Hajar, penamaan bulan ini juga tak terlepas dari tradisi bangsa Arab pada masa jahiliyah. Syahdan, selama bulan ini, mereka saling berpencar dan mencari kongsi untuk saling berperang setelah mereka rehat sejenak sepanjang Rajab. [agh/dbs]