Fahmi Salim: Ulama Terdahulu Sepakat Tolak Syi’ah Rafidhah

Fahmi Salim: Ulama Terdahulu Sepakat Tolak Syi’ah Rafidhah

0 110
Fahmi Salim (pic:antiliberanews)

ALHIKMAH.CO—Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia.  Dalam buku tersebut, MUI menjelaskan ihwal perbedaan mendasar antara Islam dengan Syiah. Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Fahmi Salim, Lc, MA menjelaskan bahwa fatwa dan pandangan para Ulama tentang syiah sudah ada sejak lama.

“Aliran besar Syiah itu ada tiga; Zaidiyah, Ismailiyah, dan Imamiyah (itsna atsariyah),” kata Fahmi Salim kepada Alhikmah via telepon pertengahan Februari silam. Ia menjelaskan bahwa Syiah Ismailiyyah dan Imamiyyah ini yang dinyatakan para Ulama menyimpang dan menjadi Rafidhah (hanya mengakui Ali sebagai khalifah).

“Yang Zaidiyah, masih bisa diajak dialog. Sementara Ismailiyah dengan Imamiyah Rafidhah dari konsep imamnya hampir sama. Hanya saja bila Ismailiyah, imamnya ada tujuh, kalau rafidhah ada dua belas, itu secara gambaran umumnya,” ungkapnya.

Zaidiyah, menurut Fahmi Salim ada karena saat itu Zaid bin Ali ingin melakukan perdamaian dan mengakui kepemimpinan Khulafaurassyidin. Namun, umat Syiah menolaknya (rafidhah), dan saat itu kedua aliran Syiah Ismailiyyah dan Imamiyyah disebut para ulama sebagai Syiah rafidhah.

Namun bagi Fahmi Salim, keduanya ini sesat menyesatkan seperti pandangan para Ulama terdahulu. Mereka lebih kuat dan solid karena ditopang oleh kepemerintahan.

“Bila diterjemahkan ulama salaf (terdahulu) itu adalah para tabiuit tabiin, Imam Mazhab, mereka semua menolak Syiah Rafidah. Bahwa syiah adalah paham asing. Termasuk para imam mujtahid juga menolak.,” ungkapnya.

“Bentuk penolakan mereka dalam bentuk fatwa, penegasan-penegasan terutama pada sikap pencacian terhadap para sahabat dianggap sebagai kesesatan yang nyata. Kesaksian mereka dalam beberapa hadits juga ditolak. Perawi Syiah banyak yang ditolak, terutama yang Rafidhah,” tambahnya.

Saat ditanya, bagaimana mengenal cara penganut Syiah? Ustadz Fahmi menjawab bisa dilihat dari tata cara ibadahnya. Dari wudhunya, shalat, atau adzannya. “Kalau orang Sunni kan, walaupun madzhabnya bermacam-macam tapi tetep sama secara keseluruhan.  Di negara yang mayoritas Syiah pasti kelihatan. Tapi tetap kita bisa membedakannya.”  (pnurullah/alhikmah)