Fahira Idris: Ada Pihak Tak Bertanggungjawab yang Ingin Papua Selalu Bergolak

Fahira Idris: Ada Pihak Tak Bertanggungjawab yang Ingin Papua Selalu Bergolak

0 39
source: eramuslim.com

ALHIKMAHCO,– Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris menganggap penyerangan terhadap muslim Tolikara – Papua telah meretakkan kerukunan umat beragama di sana. Peristiwa ini menurutnya harus menjadi sinyal bagi pemerintah bahwa ada pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang ingin Papua terus bergolak.

“Seharusnya pihak yang diproses secara hukum bukan hanya yang terlibat langsung saat penyerangan. Juga otak di balik insiden ini,” ujarnya belum lama ini kepada Alhikmah.

“Pemerintah harus bergerak cepat dan fokus agar insiden ini tidak merembet ke mana-mana. Jangan malah mengeluarkan penyataan-pernyataan yang kontraproduktif,” lanjut Fahira.

Fahira berpendapat, kondisi keamanan di Papua saat ini belum diimbangi dengan pendekatan keamanan manusia (human security), akibatnya apa pun persoalan selalu dianggap bersifat keamanan. Insiden di Tolikara, imbuh Fahira, menandakan pemerintah kurang mengantisipasi isu agama di Papua yang berpotensi konflik destruktif melebihi gerakan separatis.

Apalagi, menurut senator dari Jakarta ini, benih-benih insiden terpampang nyata dengan beredarnya surat dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI). Surat yang berisi larangan bagi umat Islam merayakan Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua.

“Peristiwa intoleransi ini diharapkan mengubah mindset semua pemangku kebijakan yang ada di Papua baik dari unsur pemerintah pusat, aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, saat ini isu agama sedang ‘dimainkan’ untuk mengobok-obok Papua,” ujar pengurus MUI Bidang Pendidikan dan Pengkaderan ini.

Sekecil apa pun benihnya, harus segera dikomunikasikan solusinya,” tukas Fahira.

Fahira juga mendesak pemerintah agar terus mengomunikasikan perkembangan penanganan peristiwa Tolikara kepada masyarakat Indonesia.“Imbauan agar umat muslim menahan diri, idealnya disertai dengan kerja cepat dan tepat pemerintah. Paling penting adalah rasa keadilan dan kemanusian publik yang terusik dengan peristiwa ini harus segera dipulihkan,” tegas Fahira. (Aghniya/ed.pnurullah/Alhikmah/rilis)