Antara Desir Ombak, Tangis Haru, dan Kumandang Takbir

[Ekslusif] Antara Desir Ombak, Tangis Haru, dan Kumandang Takbir

0 49

KISAH PERTEMUAN NELAYAN ACEH DAN MUSLIM ROHINGYA

Di atas laut, di antara harap dan cemas, di antara lapar dan dahaga yang sudah menyengat, seteguk air tawar pun rasanya begitu melepas dahaga. Dengan tubuh lunglai, lemas, dan terkatung-katung, tiga kapal yang membawa ribuan muslim Rohingya ini mengapung di tengah lautan….

Assalamu’alaikum,” sapa Muhammadul Hasan, pemuda 17 tahun dengan baju biru di penampungan pengungsi Rohingya Pelabuhan Kuala Langsa, Selasa (26/5/2015). Air mukanya berseri-seri, menyambut kedatangan kami, tim jurnalis muslim. Tak ada yang menyangka, jika menilik penampilannya, bahwa Hasan ialah pengungsi Rohingya.

Alhamdulillah, saya sangat senang berada di Aceh, kami sangat berterima kasih pada rakyat Aceh,” kata Hasan mengawali perbincangan.

Hasan ini adalah satu-satunya warga asli Arakan yang bisa berbahasa Inggris di penampungan Rohingya di Kuala Langsa, Aceh. Hasan memang tak sendiri, masih ada 681 warga Rohingya dan Bangladesh lainnya yang kini tidur beratapkan tenda di Kuala Langsa. Ada dua tenda besar di Kuala Langsa, satu untuk warga Rohingya dan satu untuk warga Bangladesh. Nampak, tenda–tenda relawan kemanusiaan dari pelbagai tempat berada di sana.

Suasana begitu riuh. Ibu-ibu membuka dapur umum, menikmati aktivitasnya mengaduk kari, meniup api, memasak nasi, menyiapkan sekitar 800 porsi setiap harinya, sejak jam 03.00 Subuh, hingga larut malam. Anggota TNI berjaga di sudut-sudut kawasan penampungan.

Relawan kemanusiaan tak henti-hentinya keluar masuk barak pengungsian sederhana. Beralas tikar, dan
beberapa kasur gulung, ratusan warga Rohingya siang itu sedang asyik beristirahat. Dengan peci, sarung, dan IMG-20150526-WA0027juga genggaman al Qur’an, menghiasi ruangan besar penampungan.

Ember dan piring makanan teronggok di beberap sudutnya. Para anak sedang mencari apapun untuk mainan. Sang ibu nampak sedang menyuapi sang buah hati. Petugas dari Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB) hilir mudik. Suasana benar-benar riuh, ramai, tumplek blek.