Dua Syarat Mutlak, Agar Setiap Amal Ibadah Kita Diterima

Dua Syarat Mutlak, Agar Setiap Amal Ibadah Kita Diterima

0 251

 Syarat Diterimanya Ibadah Kita (1)

ALHIKMAH.CO—Setelah pembahasan ibadah, lalu, agar bisa diterima, ibadah disyaratkan harus benar. Dan ibadah itu tidak benar kecuali dengan dua syarat:

 Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar dan kecil. Dalilnya adalah firman Allah SWT, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ibadah (ikhlas) kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (Al-Bayyinah : 5).

Sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya adalah sabda Rasulullah, “Barangsiapa mengada-adakan (suatu hal yang baru) dalam urusan (agama) kami, yang bukan merupakan ajarannya maka akan ditolak.” (Muttafaq ‘alaih).

Syarat pertama adalah konsekwensi dari syahadat laa ilaaha illallaah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya untuk Allah Y dan jauh dari syirik kepada-Nya. Dan syarat kedua adalah konsekwensi dari syahadat Muhammadur Rasulullah, karena ia menuntut wajibnya ta’at kepada Rasul, mengikuti syari’atnya dan meninggalkan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan.

Syaikhul Islam mengatakan, “Inti agama ada dua pokok yaitu kita tidak menyembah kecuali kepada Allah, dan kita tidak menyembah kecuali dengan apa yang Dia syari’atkan, tidak dengan bid’ah.” Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan-Nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Al-Kahfi : 110).

Amal Yang Dicintai Allah . (bersambung/Disarikan dari risalah Ahabbul A’mal)