Dorong Wirausaha Halal, MUI Rilis Program Inkubasi Bisnis Syariah

Dorong Wirausaha Halal, MUI Rilis Program Inkubasi Bisnis Syariah

0 45

ALHIKMAHCO,– Guna mendorong peningkatan wirausaha halal pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) merilis program Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS). Cum dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 13 koperasi syariah di Kota Bandung, sebagai model awal program PINBAS yang akan diterapkan di beberapa kota di Indonesia.

“Melalui launching dan workshop PINBAS ini kami berharap bisa mendorong, memajukan, dan mengembangkan bisnis syariah di Indonesia,” kata Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat, Marsudi Syuhud di Bandung, Jumat, (12/08/2016).

Ia mengatakan, setidaknya ini menjadi salah satu upaya MUI dalam mendorong para pelaku usaha umat Islam Indonesia untuk menjadikan halal sebagai unggulan dalam produknya.

Sementara itu, Ketua PINBAS, Azrul Tanjung menyatakan, lahirnya PINBAS merupakan bentuk dari sikap MUI terhadap pengentasan kemiskinan umat Islam. Kondisi keumatan direspon MUI dalam Raker tahun 2013 dan 2014.

Tugas utama PINBAS kata dia, adalah memfasilitasi potensi ekonomi sektor riil umat Islam untuk berkembang lebh produktif. Umat Islam, kata dia, memiliki banyak potensi yang bisa dilatih dan dikembangkan. Seperti potensi pasar, dana dan sumber daya.

Menambahkan, Ketua MUI pusat Lukmanul Hakim. Ia meyakini bahwa halal bisa mengangkat produk-produk UMKM Indonesia dan bisa menguasai pasar lokal bahkan sampai luar negeri.

Selain itu, MUI diakui Lukmanul sudah membangun suatu sistem untuk memasarkan produk-produk bersertifikasi halal. Dan sistem itu sudah bisa diakses oleh semua calon pembeli di semua negara.

“Kita sudah bekerjasama dengan berbagai pihak dari beberapa negara, termasuk Malaysia untuk bisa membuka akses produk-produk Indonesia yang sudah memiliki sertifikat halal,” terang Lukman.

Turut hadir dan menyaksikan pula Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jabar, Dudi Sudrajat, dan Perwakilan Kemenkop, Tamim Saefudin. (dita/ed.pn/alhikmah)