Dorong Budaya Berpikir, PIMPIN Gelar Bandung Berfilsafat 2

Dorong Budaya Berpikir, PIMPIN Gelar Bandung Berfilsafat 2

0 61
doc. Pimpin

ALHIKMAHCO,– Dalam rangka mendorong kebudayaan berpikir, Institut Pemikiran dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung kembali menggelar Bandung Berfilsafat 2 “Lectures and Conversations on Western Philosophy and Islamic Philosophy.” Seri kuliah umum yang mengulas berbagai pemikiran filsafat ini menghadirkan dua intelektual Muslim terkemuka Dr. Syamsuddin Arif dan Ustaz Adian Husaini.

“Membiasakan muslim berpikir sistematis. Kita ingin menghapus stigma bahwa filsafat itu membuat orang bingung, ragu, jauh dari agama. Di sisi lain ada yang anti filsafat, bahwa itu haram,” jelas Direktur PIMPIN Wendi Zarman, di Hotel D’Best Bandung, Jumat (24/02/2017).

“Dan kita ingin berada di tengah-tengah. Bila digunakan dengan betul akan bermanfaat. Karena berfilsafat inikan intinya berpikir. Di dalam Islam tidak beragama orang yang tidak menggunakan akalnya,” lanjutnya.

Menurut Wendi, Islam sendiri mempunyai tradisi filsafat yang tinggi. Hal ini yang menurutnya ingin disyiarkan kepada masyarakat. Ia berharap, filsafat Islam ini membawa tradisi ilmu, membawa cara berpikir dengan baik. Menghapus stigma sebagai ilmu yang tidak bermanfaat.

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Ustaz Adian, menurutnya ia bersyukur dengan meningkatnya animo masyarakat muslim untuk mempelajari filsafat.

“Kadang-kadang orang merasa materi filsafat itu berat. Tapi tadi pesertanya sangat antusias, alhamdulillah,” kata ustaz Adian.

Memahami filsafat sangat penting, khususnya bagi para cendekiawan. Karena pendidikan dewasa ini, terutama filsafat tidak lepas dari pendidikan barat.

Ustaz Adian berpendapat, selama ini masyarakat sudah menjadi korban dari filsafat barat, materialism. Yang mendefinisikan manusia berdasarkan entitas fisik semata. Filsafat Islam itu, imbuhnya, sebetulnya menggunakan panca indera akal, tapi juga dibimbing wahyu.

Selain materi yang lebih beragam, Bandung Berfilsafat 2 ini juga pembahasannya diakui Ustaz Adian lebih mendalam. Di antaranya, pemikiran filsafat Islam mengenai Tuhan, agama, manusia, alam, politik, dan pendidikan serta membandingkannya dengan pemikiran filsafat Barat. (pn/alhikmah)

Komentar ditutup.