Dompet Dhuafa Bantu Korban Bencana Asap Hingga Suku Anak Dalam Jambi dan...

Dompet Dhuafa Bantu Korban Bencana Asap Hingga Suku Anak Dalam Jambi dan Riau

0 142

ALHIKMAH.CO—Derita bencana asap kini tak hanya dirasakan masyarakat pedesaan dan perkotaan di Provinsi Jambi. Namun juga dirasakan belasan suku Anak Dalam atau Kubu, yang tinggal di pedalaman Dusun Berumbung Bandung 3 Bukit 12, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Bencana asap yang memasuki bulan ke empat di kawasan Sumatera ini menyebabkan Suku Anak Dalam atau dikenal juga sebagai suku Kubu atau Orang Rimba, tak bisa beraktivitas normal. Kehidupan suku yang diperkirakan berjumlah sekitar 200 ribu jiwa ini begitu terancam, seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan yang terbakar dalam bencana kabut asap.

Kebakaran hutan di sebagian besar Pulau Sumatera dalam dua bulan terakhir ini, membuat mata pencaharian mereka yakni berburu dan berladang berhenti seketika.  Tak ingin melihat kondisi yang begitu memprihatinkan tersebut, Dompet Dhuafa mendistribusikan bantuan berupa logistik makanan dan perlengkapan ibadah seperti Al Qur’an, buku Iqro, mukena dan sarung.

“Alhamdulillah, dengan menyusuri sungai serta melintasi perbukitan dan hutan, Dompet Dhuafa mampu menyalurkan amanah donatur, memberikan bantuan hingga ke suku pedalaman di Provinsi Jambi,” ujar Koordinator relawan Dompet Dhuafa di Jambi, Ibnu Isnaeni, saat dihubungi Senin (26/10).

Kedatangan tim relawan Dompet Dhuafa pun diterima hangat oleh Tetua Adat dan masyarakat Suku Anak Dalam. Mereka yang kurang lancar dalam berbahasa Indonesia ini mengucapkan rasa terima kasih yang sangat besar atas bantuan yang diberikan untuk mereka.

“Ya, mereka sangat tersenyum bahagia atas bantuan yang diberikan Dompet Dhuafa. Dan sangat berharap, bencana kabut asap ini dapat segera berakhir dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” ungkap Ibnu.

Mengenai masalah kesehatan, Ibnu menjelaskan, saat ini anak-anak balita dan para manula Anak Suku Dalam mulai mengeluhkan berbagai macam gangguan kesehatan.

“Mereka mulai mengeluhkan sesak dibagian dada, batuk, dan perih pada mata. Rencana ke depan nantinya kami akan koordinasi untuk segera menggelar aksi layanan sehat di kawasan pedalaman ini,” pungkasnya.

Suku Anak Dalam adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Mereka mayoritas hidup di provinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.

Sementara itu di Riau, setelah mendirikan Safe House di dua titik, yakni di RT 03 RW 06 Keluaran Sri Meranti Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru dan kantor Dompet Dhuafa Riau Lt. 3 Jl. Tuanku Tambusai no 145 Pekanbaru dengan penerima manfaat 20 orang per pekan untuk satu unit Safe House, kini Dompet Dhuafa kembali menggulirkan bantuan bagi warga di Provinsi Riau dengan menambah titik Safe House di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir seiring kondisi asap yang masih tebal.

Di Kabupaten Indragiri Hulu, sebuah Ruang Aula Pesantren Khoiru Ummah, berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batu Gajah, Kecamatan Pasir Penyu, telah dipersiapkan menjadi hunian Safe House bagi warga yang berdampak Asap.

“Alhamdulillah, kembali Dompet Dhuafa Riau dirikan lagi Safe House, Insya Allah aula pesantren ini mampu menampung sekitar 30-40 orang,” ujar impinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, Sunarto saat dihubungi via telepon Selasa (27/10).

Sunarto menjelaskan, Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir menjadi dua kabupaten di Provinsi Riau yang berdampak cukup parah dalam bencana kabut asap yang telah berlangsung sejak tiga bulan ini. Sementara, di Kabupaten Indragiri Hilir, Safe House akan didirikan bersinergi dengan Pramuka Kwartir Cabang 04.02.

“Koordinasi hingga saat ini masih terus berlanjut bersama kedua pihak, terkait pendirian Safe House. Saat ini, Dompet Dhuafa Riau bersama tim respon Disaster Management Center (DMC) sedang mempersiapkan fasilitas Safe House,” paparnya.

Perjalanan ke Suku Anak Dalam

Aktivitas Safe House sendiri yakni sebuah instalasi masyarakat yang menjadi tempat evakuasi jika pencemaran udara mencapai level bahaya. Instalasi ini bisa ditempatkan di lokasi umum atau masyarakat yang dilengkapi dengan air purifier, oksigen lengkap, air bersih dan alat komunikasi.

Safe House harus tertutup dan cukup terlindung dari dampak asap secara maksimal. Instalasi ini sangat penting untuk mengurangi dampak buruk bagi ibu hamil, bayi, anak, manula dan orang dengan penyakit penyerta seperti TB, Asma, Pnemonia dan lain sebagainya.

“Pada dasarnya aktivitas Safe House berjalan bilamana kondisi kabut asap semakin pekat dan memburuk. Untuk itu, pendirian Safe House ini sebagai bentuk antisipasi pertolongan untuk warga, bilamana kabut asap kembali pekat,” pungkasnya.

Selain di Riau, program Safe House juga bergulir ada di Jambi sebanyak 2 lokasi yaitu di (Jl. Lombok RT 19 Kel. Kebun Handil Kec. Jelutung Jambi dan di RT 35 Kel. Kota Baru Kota Jambi), Sumsel 2 Lokasi yaitu di (RT 35 Kelurahan Pipareja Kec. Kemuning dan di Jl. Angkatan 66 No 435 C Sekip Ujung Palembang) , dan Kalteng 3 Lokasi yakni: (Desa Mentangai Hulu, Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas), (Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya) dan (Desa Bukit Liti, Kecamatan Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau).

Tak hanya layanan Safe House, terdapat juga aksi Pemadaman Api yang dilakukan oleh 20 relawan untuk memadamkan kebakaran hutan di tiga wilayah, yaitu di Kalimantan Tengah (Kab. Pulang Pisau, 2 titik di Palangkaraya, dan Simpang Empat). Dompet Dhuafa juga membuat 2 sumur bor di RT 04 Desa Pilang Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Sumur bor tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk membantu pemadaman dan pengairan di kawasan tersebut.

Tak ketinggalan, Aksi Layanan Sehat melalui pos sehat yang telah menangani 2.761 orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat terpapar asap di wilayah Jambi, Riau dan Sumatera Selatan. Serta mendistribusikan 50 suplemen makanan berupa madu dan curcuma di Desa Semau Kecamatan Tanjabbar dan Kelurahan Kebun Handil Kecamatan Jelutung Provinsi Jambi. Kampanye edukasi penggunaan masker melalui dongeng ceria di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat.(mr/rilis)