Dokter Spesialis Anak: Jangan Pernah Bosan Berikhtiar Obati Anak Pengidap Epilepsi

Dokter Spesialis Anak: Jangan Pernah Bosan Berikhtiar Obati Anak Pengidap Epilepsi

0 116
User comments

ALHIKMAH.CO—Dalam acara silaturahim bersama orang tua anak penyandang epilepsi yang diselenggarakan Sinergi Foundation belum lama ini, salah satu dokter spesialis anak, Dr. Tito Gunantara spa. M.Kes memberikan motivasi kepada para orang tua untuk tidak bosan mengobati anak-anak mereka.

Masya Allah, kesabaran luar biasa yang ibu-ibu dan bapak-bapak berikan dalam mengurus anak. Jangan pernah kesal dan mengeluh dengan keadaan. Yang harus kita lakukan adalah terus berusaha dan berdoa,” ungkap Dokter yang praktek di RS Al Ihsan, Kabupaten Bandung itu.

Ia juga menegaskan bahwa epilesi bukanlah penyakit menular, sehingga tidak perlu dijauhi. Penyebabnya sendiri, jelasnya, berasal dari selaput sel otak yang terganggu atau bahasa umumnya terjadi korslet dalam otak.

“Gangguan dalam otak itu terjadi karena masuknya zat elektrolit dalam selaput otak, sehingga menimbulkan kejang-kejang pada pasien yang mengalaminya. Dan penyakit ini harus diobati minimal dua tahun lamanya. Meski sebenarnya lebih dari dua tahun pengobatan yang harus dilalui kebanyakan pasien,” ujar Dr. Tito, di Aula Training Centre, Gedung Wakafpro 99-Jalan Sidomukti No. 99 Bandung.

Ia juga mengetahui, pada awalnya bagi orang tua yang anaknya divonis menderita penyakit ini pasti berat. Namun, ia mengingatkan jadikanlah ini sebagai ladang ibadah dan ingatlah bahwa Allah tidak tidur, Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya.

“Memang itu berat, apalagi ada yang sudah divonis tidak bakal sembuh misalnya. Tetap, yang kita lakukan tetap berusaha mengobati anak dan tidak lupa berdoa. Karena urusan sembuh itu kembali lagi kepada Allah. Hanya Allah yang bisa menyembuhkan dan mematikan penyakit,” ucapnya.

Terakhir, Dr. Tito mengingatkan tentang target dari pengobatan anak penyandang epilepsi ketika anak bisa mengurus dirinya sendiri, sudah dikatakan berhasil dalam pengobatannya. “Dan hal tersebut patut disyukuri,” pungkasnya. (dita/ed.pn/alhikmah)