Dikepung Pasukan Assad, 12 Ribu Pengungsi Suriah Jadi Sasaran Pengeboman

Dikepung Pasukan Assad, 12 Ribu Pengungsi Suriah Jadi Sasaran Pengeboman

0 39

ALHIKMAHCO,– Pengepungan di wilayah kamp pengungsi Suriah baru-baru ini berakibat pada 12 ribu orang, yang tiga ribu diantaranya anak-anak, kehabisan pasokan makanan dan obat-obatan. Selama pengepungan, para pengungsi ini terus bertahan dari tembakan, bom, dan granat yang dilayangkan pada mereka.

Lembaga sosial Save the Children menyatakan satu-satunya jalan keluar di Khan Eshieh, telah tertutup karena granat dan penembakan terus menerus. Save the Children mengatakan tiga orang pemuda telah dilaporkan tertembak karena mencoba melarikan diri dari kamp saat pemboman tengah berlangsung.

Kabar penyerangan itu muncul saat para relawan kemanusiaan yang membawa obat, vaksin, dan susu bayi ke Darayya dilarang masuk oleh pasukan elit Assad. Padahal, pemerintah Suriah telah bersepakat membolehkan relawan kemanusiaan ini masuk ke dalam kota yang telah dikepung selama tiga tahun itu.

Terdapat lebih dari satu juta warga Suriah yang hidup di bawah kepungan, namun mayoritasnya merupakan hasil blokade yang dilakukan pemerintahan Assad. Penghentian kiriman obat-obatan membangkitnya pertanyaan dari dunia internasional, terkait komitmen Assad dalam perizinan masuknya bantuan kemanusiaan.

Sonia Khush, kepala program Save the Children Suriah mengungkapkan warga sipil di seluruh Suriah menderita karena pengepungan dan bombardir tak henti-hentinya ini, bahkan meski memasuki masa gencatan senjata.

“Orang-orang di Khan Eshieh melapor bahwa obat-obatan, bahan bakar, dan tepung-tepungan hampir habis. Padahal, harga makanan naik dua kali lipat belakangan ini,” katanya. “Mereka memprediksi kondisi beberapa hari kedepan akan semakin parah. Akses jalan ke kamp harus segera dibuka kembali agar asupan kemanusiaan bisa masuk,”

Pada Kamis, (12/5/2016), Palang Merah yang hendak masuk ke Darayya terpaksa harus mundur, setelah tujuh jam negosiasi alot di pos terakhir menuju kota. Di sana, mereka mendapat halangan terduga yang menyebabkan mereka tak bisa menyertakan makanan dalam konvoi kemanusiaan mereka.

Pasukan bersenjata yang dipimpin Maher Al Assad, mencegah konvoi kemanusiaan itu sampai semua misi mereka dihentikan. Pasukan Assad ini kemudian membakar granat di tengah kota, yang menjadi pusat penerimaan bantuan. Akibatnya, dua orang terbunuh, lima lainnya terluka.

“Warga Darayya sangat membutuhkan banyak hal. Sungguh tragis, barang-barang mendasar yang kami bawa terpaksa dibatalkan. Kami harus memberikan bantuan tersebut secara menyeluruh dan utuh,” jelas Marianne Gasser, kepala ICRC.

Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Justine Greening terkejut akan kepetusan otoritas Suriah menolak masuknya konvoi kemanusiaan di Darayya.

“Akses kesehatan bukanlah bentuk keistimewaan, namun itu adalah hak mendasar yang seharusnya didapatkan semua orang. Akses kemanusiaan ke  seluruh masyarakat membutuhkan di Suriah harus menjadi prioritas. Ini bukan subjek negosiasi,” katanya. (Aghniya/Alhikmah/TheGuardian)