Dikalahkan Malaysia, Wisata Halal Indonesia Masih Peringkat Empat Dunia

Dikalahkan Malaysia, Wisata Halal Indonesia Masih Peringkat Empat Dunia

0 84

ALHIKMAHCO,– Meski memiliki penduduk muslim mayoritas, Indonesia hanya menduduki peringkat empat di dunia dalam bidang wisata halal. Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI), posisi ini jauh dikalahkan oleh Malaysia, yang menduduki peringkat pertama.

Atas hal ini, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menegaskan telah mendorong dilakukannya kebijakan yang dianggap mampu menjadikan Indonesia nomor satu dalam wisata halal. Salah satu yang dilakukan pihaknya adalah sertifikasi halal. Menurutnya, sebab mayoritas muslim, masyarakat justru berlengah ria tak mensertifikasi produk. Padahal, sertifikasi ini adalah jaminan syariah jika ada wisatawan muslim hendak berkunjung.

Lainnya, Kementrian Pariwisata tengan menggalakkan pelayanan berstandar internasional. Arief meyakini, bila ingin wisata halal Indonesia diakui, sangat penting untuk menggunakan standar global yang salah satunya adalah GMTI. Sebab itu, untuk mencapaistandar ini, ia meminta Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu lembaga akademis terbaik di Indonesia, untuk menjadi pusat pengkajian wisata halal yang membimbing para SDM kedepan.

“Kalau mereka (luar negeri) mensertifikasi halal, kita juga. Kalau mereka melayani dengan standar excellent tertentu, kita pun akan begitu,” katanya, dalam Seminar Internasional Pariwisata Halal, di Aula Barat ITB Bandung, Kamis (1/9/2016).

Ada banyak sektor yang akan menggunakan standarisasi ini. Namun Arief menjelaskan, terdapat tiga sektor yang memiliki pasar terbesar, yaitu kuliner, fashion, dan kosmetik. Tiga aspek inilah yang nantinya akan digerakkan untuk menarik wisatawan muslim mancanegara.

“Bahkan di bidang fashion, itu kita bisa dibilang yang terbaik, karena ada tren hijab. Tapi saya ganti istilahnya dengan modest fashion. Karena kalau hijab, saya khawatir pasarnya akan terbatas. Modest fashion ini kelak bisa digunakan muslim maupun bukan,” tandasnya. (Aghniya/Alhikmah)