Dibuka Kuliah Peradaban II, Bahas Hinduisasi Sejarah Islam di Indonesia

Dibuka Kuliah Peradaban II, Bahas Hinduisasi Sejarah Islam di Indonesia

0 83

ALHIKMAHCO,– Sejarah merupakan hal yang penting. Dengan mempelajari sejarah kita dapat mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu untuk dijadikan pelajaran di masa yang akan datang. Demikian sepenggal pendapat sejarawan Muslim, Tiar Anwar Bachtiar saat kajian islam di Kuliah Peradaban angkatan kedua.

Menurut Ustaz Tiar, penyampaian sejarah yang ada saat ini sudah banyak yang melenceng, sejarah tidak bersifat menyampaikan kebenaran akan tetapi bersifat atheistik dan juga materialistik. Yang demikian itu, katanya, menyebabkan sejarah menjadi tidak bermanfaat dan mendustakan kebenaran.

“Padahal seharusnya, sejarah disampaikan sesuai dengan kenyataan di masa lalu, bukan disesuaikan dengan kepentingan tertentu,” terang peneliti Institute for the Study Thought and Civilization (INSISTS) di Markaz Peradaban, Komplek Ciganitry Regency No.29 Bojongsoang, Kab. Bandung beberapa waktu yang lalu.

Salah satu penyimpangan sejarah, kata Ustaz Tiar, adalah keberadaan Candi Borobudur sebagai icon wisata di Indonesia. Padahal berdirinya negara Indonesia sangat berkaitan erat dengan penyebaran Islam di Indonesia, bukan dengan adanya agama Hindu dan Budha.

Sebagaimana yang diterangkan seorang orientalis Thomas S. Raffles yang menulis “History of Java” (1817). Ustaz Tiar menerangkan, di dalam buku itu dituliskan bahwa akar budaya orang Jawa adalah agama Hindu dan Budha. Lalu Raffles melakukan penggalian situs Hindu-Budha dan menyampaikan bahwa akar kebudayaan masyarakat Jawa adalah agama Hindu-Budha.

“Islam hanya dianggap sebagai kelanjutan Hindu Budha di Pulau Jawa, padahal hal itu tidak benar,” ujar penulis Hamas Kenapa Dibenci Israel ini.

DSC_0149Dalam kajian yang dihadiri dua puluhan peserta itu, Ustaz Tiar juga menyinggung soal simpang siur konsep evolusi dan manusia purba sebagai bagian dari mata pelajaran yang masih diajarkan di sekolah-sekolah.

“Di Barat tidak ada ilmu Geneologi, Teori Evolusi yang diada-adakan menafikan konsep penciptaan manusia berdasarkan Al Quran. Karena Barat, kadung menolak agama sebagai bagian dari ilmu pengetahuan,” kata Ustaz Tiar, menambah wawasan peserta.

Masih seperti sebelumnya, Kuliah Peradaban angkatan kedua ini diselenggarakan sebanyak 12 kali pertemuan per pekannya. Selama kajian dihelat panitia masih membuka kesempatan untuk bergabung mengikuti kajian. Silakan hubungi kontak person : 0812 1432 9203 untuk melakukan pendaftaran. [] (nurull/alhikmah/rilis)

BERITA TERKAIT