Di Masjid Salman ITB, Ustadz Budi Ashari Bahas Sejarah Islam

Di Masjid Salman ITB, Ustadz Budi Ashari Bahas Sejarah Islam

0 552

ALHIKMAH.CO – Bidang Dakwah YPM Salman ITB kembali menggelar pengajian rutin Sabtu Dhuha yang kali ini mengangkat tema “Pilar Sejarah Peradaban Islam”. pengajian ini diisi oleh pakar sejarah Islam, Ustadz Budi Ashari, Lc di Ruang Utama Masjid Salman ITB, Jl Ganesha No, 7 Bandung, pada Sabtu (21/03/2015).

Dalam penyampaiannya Ustadz Budi Ashari menjelaskan, “Berbicara sejarah peradaban Islam, saya akan memulai dari Nabi Muhammad Saw., pergi  seorang diri ke tempat sepi bernama Gua Hira, kemudian setelah pulang dari sana, Nabi gemetaran,” ujar Ustadz yang mengisi program TV “Khalifah”

“Terus ngapain Nabi berada di sana? Orang ahli sejarah mengatakan kenapa Nabi pergi naik ke Gua Hira, karena saat itu Muhammad Saw., mencapai puncak kegelisahannya sebagai orang sholeh, orang hanif, di lingkungan yang rusak dan masyarakat saat itu masih merasa mengikuti agama Ibrahim a.s yang benar,” ungkap Ustadz Budi.

Ustadz Budi Ashari meneruskan, salah satu ciri-ciri orang shaleh itu gelisah, karena ingin mencari jalan keluar untuk menyelamatkan umat manusia dari kesalahan yang dilakukannya. Karena saat itu umat manusia bukan cuma Makkah saja, bumi saat itu rusak. Kerusakan saat itu sistemik, karena kerusakan itu secara sistem dipimpin oleh kekuasaan Persia dan Romawi.

“Dalam Al-Quran terdapat surat Ar-rum menerangkan bahwa bangsa Romawi dikalahkan, kemudian setelah dikalahkan mereka akan menang di sebuah tempat yang megah antara tiga sampai sembilan tahun. Ketika itu orang-orang Makkah selalu mendukung Persia, karena agamanya hampir sama yaitu Majusi, menyembah api dan berhala. Sehingga di semua lini kehidupan rusak sama seperti sekarang,” terang Ustadz Budi Ashari.

Ia menegaskan, maka kalau ingin mengubah zaman ini menjadi peradaban yang tinggi saat Islam menguasai dan tegak, bisa dimulai dari rasa gelisah. “Gelisah itu tidak bisa direkayasa, itu berasal dari ilmu yang dipahami orang. Lalu nanti akan ada solusi dan mengambil langkah yang berarti untuk membangun kembali kekuasaan Islam di muka bumi ini,” (Dita/Alhikmah).