Di Kajian Rutin Demoss, KH Athian Ali Bahas Tafsir Surat Al Baqarah:...

Di Kajian Rutin Demoss, KH Athian Ali Bahas Tafsir Surat Al Baqarah: 41

0 93

ALHIKMAHCO,– Majelis Taklim Miska dan Demoss kembali gelar kajian rutin di Demoss Hijab and Fashion, jalan Buah Batu No. 149 Bandung, Senin (15/08/2016). Kajian kali ini diisi KH. Athian Ali yang membahas tafsir QS Al Baqarah ayat 41.

“Diawali dengan fiil amr atau kalimat perintah, yaitu wa aminu artinya dan berimanlah, yang memang perintah saat itu ditujukan kepada bani israil. Namun, dalam Islam semua aturan yang ada dalam Al Quran berlaku untuk semua manusia, termasuk perintah beriman,” ujar Ketua Umum Annas ini.

Ustaz Athian menjelaskan maksud perintah beriman dalam ayat tersebut adalah beriman kepada seluruh ayat yang ada dalam Al Quran.

“Tidak mungkin diterima orang yang hanya mengimani sebagian ayat Al Quran dan kufur terhadap sebagian ayat lainnya. Dalam prinsip akidah Islam, Allah hanya melihat dua ciri manusia yaitu mukmin dan kafir,” jelasnya.

Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) ini mengingatkan jangan pernah mengkufuri bahkan satu aturan atau hukum Allah dalam Al Quran. Karena itu sama saja dengan telah masuk golongan kafir.

“Di mata Allah tidak ada yang lumayan mukmin atau sedikit kafir. Mukmin ya mukmin, kafir ya kafir. Maka pelajarilah Islam secara kaffah (menyeluruh),” terang KH. Athian Ali.

Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa Al Quran diturunkan untuk menyempurnakan kitab-kitab terdahulu. Dan menegaskan bahwa ajaran yang disampaikan Nabi dan Rasul Allah ke muka bumi dari Nabi Adam a.s sampai Nabi Muhammad SAW adalah sama, yaitu tauhid

“Risalah Allah yang dibawa seluruh Nabi dan Rasul Allah itu dari awal hanya satu, yaitu akidahnya sama. Tentang mengesakan Allah atau ajaran tauhid. Dan itu adalah ajaran Islam, sesuai dengan QS Ali Imran : 19 dan 85,” ungkapnya.

Dalam QS Al Baqarah ayat 41 dibahas juga apa yang mendorong manusia kufur terhadap Al Quran itu semua karena mereka menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah.

“Mereka menggadaikan ayat-ayat Allah dengan kesenangan duniawi. Jangan pernah kita menjadikan dunia yang hanya setetes air di lautan sebagai tujuan akhir, karena pasti kelak kita akan menyesal,” jelasnya.

Terkahir, KH Athian yang juga pengampu Rubrik Syariah di Tabloid Alhikmah ini mengingatkan jamaah dengan QS Al Qasas : 77 dan At Taubah : 111. Bahwa kita harus mengorbankan seluruh jiwa, raga, harta, waktu semuanya untuk Allah, karena sungguh jual beli yang dilakukan itu akan sangat menguntungkan yaitu dengan mendapat balasan surga. (dita/alhikmah)