Di Kajian MT Garem-Garem, Ustadz Ahum Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim

Di Kajian MT Garem-Garem, Ustadz Ahum Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim

0 87
Jpeg

ALHIKMAHCO,– Majelis Taklim Garem-Garem menghadirkan Ustadz Ahmad Humaidi dalam kajian rutin, Senin (28/09/2015). Pada kesempatan tersebut ustadz yang karib disapa Ustadz Ahum ini mengajak jamaah untuk mengikuti keteladanan Nabi Ibrahim AS ketika menerima ujian.

“Beliau (Nabi Ibrahim) dijuluki Khalilullah, atau Kekasih Allah, karena ia menjalani ujian-Nya dengan ketaatan yang sempurna,” tuturnya, di Resto Garem-Garem Bandung.

Ia mengungkapkan, seseorang akan sulit menjalani ujian jika tidak memahami hikmah ujian tersebut. Ustadz Ahum menuturkan, terdapat lima hikmah ujian yang harus diketahui oleh umat Islam agar tetap terjaga keimanannya meski dirundung ujian.

“Pertama, kita harus menyadari hidup itu adalah ujian,” kata Ustadz Ahum. Allah yang menghidupkan dan mematikan seseorang, tambahnya, maka Allah pula yang berhak menguji siapa hamba-Nya yang memiliki amalan paling baik.

Kedua, kesadaran bahwa ujian tidak hanya berupa keburukan, tapi juga kebaikan. Ia berpendapat, nikmat yang banyak adalah ujian, sebab kerap membutakan hati manusia dari bersyukur.

Ketiga, kata Ustadz Ahum, seorang mukmin perlu menyadari bahwa keimanan yang baik pasti diuji. Ia menyitir QS Al Ankabut: 2-3, bahwa keberadaan ujian sebagai alat yang bisa menaikkan derajat keimanan seseorang.

“Ujian yang dijalani dengan ketaatan akan meningkatkan kualitas iman kita,” terangnya.

Keempat, menyadari bahwa Allah mencintai hamba-Nya. Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, kata Ustadz Ahum, jika Allah mencintai suatu kaum, maka kaum tersebut akan diuji oleh Allah.

Terakhir, Ustadz Ahum menjelaskan bahwa ujian berfungsi untuk mengugurkan dosa. Selama mukmin tersebut tetap taa, katanya, dosa-dosa mukmin tersebut akan diampuni.

“Namun tentu, dalam menjalani ujian, kita harus husnuzhan pada Allah. Yakinkan diri bahwa Ia memiliki rencana terbaik,” ujarnya. Barulah setelah berprasangka baik, ia mengakhiri, akan timbul dalam diri mukmin tersebut sifat ikhlas, sabar, kemudian istiqomah. (Aghniya/Alhikmah)