Dapatkan Legalitas Pernikahan, Tiga Puluhan Pasangan Dhuafa Ikuti Isbat Nikah

Dapatkan Legalitas Pernikahan, Tiga Puluhan Pasangan Dhuafa Ikuti Isbat Nikah

0 46

“Bapak nikah tanggal berapa?” tanya salah satu hakim mencoba mendata sebelum memulai Isbat Nikah.

“Gak tahu lupa lagi, tanggal 5 sepertinya,” jawab sang suami spontan.

“Ih, bukan,, tanggal 8,“ tepis istri yang sudah menemaninya selama belasan tahun itu.

“Lha, kok bisa beda.. dulu waktu nikah sama siapa, bisa beda begini?” sanggah sang hakim, menahan tawa.

 

Inilah sepenggal kisah lucu saat perhelatan Isbat Nikah Masal yang dihelat Sinergi Foundation dan Mazaya Wedding Organizer. Di usia pernikahan yang tak lagi muda, sekira 31 pasangan suami-istri ini mesti menjalani proses Isbat untuk pelegalan pernikahan mereka di mata hukum (negara).

“Ada dua kategori pemohon yang mengikuti kegiatan ini. Pertama, pasangan yang waktu nikah tidak mengurus Surat Pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) karena ketiadaan biaya,” papar Direktur Program SF, Arie Suryani, Jum’at (20/11/2015).

“Kedua, pasangan yang sudah tercatat, tapi karena bencana akhirnya surat-suratnya rusak. Kalau mengurus ulang mereka harus mengeluarkan biaya lagi, sekira 600 ribu,” lanjutnya.

Arie menjelaskan, kegiatan yang dihelat di Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Bandung ini sebetulnya menggabungkan dua kebutuhan.  Pertama kebutuhan dari pihak Mazaya untuk menyalurkan dana hibah sosial (CSR) mereka. Kedua, dari pihak masyarakat dhuafa yang membutuhkan pelegalan pernikahan mereka.

Mazaya sendiri, lanjut Arie, sudah sebelas tahun berkecimpung di dunia bisnis. Kerap mendapat tanya, kontribusi apa yang diberikan untuk masyarakat. Maka terbesitlah untuk menggunakan dana CSR mereka untuk kegiatan-kegiatan yang masih berkaitan dengan pernikahan juga.

“Di RBC itu kerap ditemukan kasus-kasus ibu yang tidak punya akta nikah, sehingga tidak bisa mengurus administrasi lainnya, seperti akta kelahiran. Ini yang menjadi latar belakang Isbat Nikah Masal ini,” ungkap Arie.

Ke depannya, imbuh Arie, Mazaya sendiri akan merutinkan kerja sama ini dengan Sinergi Foundation. Walaupun tidak harus gebyar seperti ini, ada misalkan empat-lima orang, kata Arie, tetap akan dilangsungkan Isbat Nikah. Nanti ketika sudah terkumpul seratusan, Mazaya akan buat hajatan.

Kegiatan Isbat Nikah Masal ini, menghadirkan tiga perwakilan dari Pengadilan Agama Kelas IA Cimahi yang memeriksa dan mengadili permohonan Itsbat Nikah Masal. Juga mengundang Direktur Maqdis cum Dewan Pembina Sinergi Foundation, Kyai Saeful Islam Mubarok. Acara ini juga didukung Waydee dan Vamosh.

Arie berharap, kegiatan ini selain membantu sekaligus bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya, bahwa legalitas pernikahan di KUA sangatlah penting. “Jadi, para pemohon yang terdaftar ini tidak bisa melakukan Isbat Nikah lagi. Termasuk untuk anak-anaknya yang akan menikah, harus benar-benar diuruskan legalitasnya,” tandas Arie. (pnurullah/alhikmah)