Cinta atau Nafsu?

Cinta atau Nafsu?

0 138

ALHIKMAH.CO–Cinta itu buta. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan selalu melihat sisi baik dari orang yang ia suka, seolah tak ada sisi negatifnya. Di zaman sekarang, remaja yang tidak mempunyai pasangan secara langsung maupun tidak langsung seringkali mendapatkan bully-an. Seolah memiliki pasangan di fase remaja adalah suatu kewajiban.

Seseorang yang sedang jatuh cinta akan mengorbankan apapun baik waktu maupun materi hanya untuk bisa menghabiskan waktu berdua. Apapun akan mereka korbankan untuk mendapatkan hati pujaannya, namun pernahkan Anda berpikir apakah itu murni cinta kasih sayang dari lubuh hati? Atau hanya nafsu belaka yang datang dari bisikan setan?

Banyak pasangan kekasih yang mengatakan, “Cinta kami murni dari dalam hati, sayangku hanya untuk pasanganku.” Tapi kebanyakan dari mereka terkecoh dengan hubungan yang telah mereka jalani karena hanya nafsu ingin memiliki semata. Mereka hanya terobsesi untuk memiliki saja dan setelah mendapatkan apa yang diinginkan, mereka melepaskannya dan mencari sesuatu yang baru.

Apa yang membedakan cinta dan nafsu? Menurut pandangan para ahli, cinta merupakan emosi yang terjadi dari dua orang yang mempunyai perasaan yang sama. Ada perasaan saling percaya dan saling pengertian di antara keduanya, dan inilah emosi yang memiliki efek positif dan emosi dalam menjalani hubungan ke arah yang lebih baik.

Sedangkan nafsu merupakan sifat alami manusia yang berpengaruh dalam melakukan aktivitas seksual. Dan seringkali seseorang bila terjebak dalam nafsu ini, maka seseorang hanya berfikir tentang bercinta. Untuk itulah, Anda harus paham tentang nfasu dan sesuatu yang tercipta karena nafsu.

Jadi apa landasan hubungan kalian? Apa karena cinta? Atau nafsu? Kita dapat membedakan hubungan mana yang berlandaskan dengan nafsu, dan hubungan yang murni berdasarkan cinta.

Nafsu hanya akan melihat dari sisi lahirilah saja, hanya apa yang nampak dan bisa dilihat oleh panca indera. Jika pasangan Anda hanya melihat paras Anda yang cantik/ganteng, melihat penampilan fisik atau harta yang Anda punya, tanpa melihat kepribadian dan sifat Anda. Dapat dipastikan hubungan ini berlandaskan pada nafsu belaka. Interaksi hanya seputar fisik saja, sama sekali tidak tertarik akan masalah yang berhubungan dengan pribadi Anda, misalnya tentang keluarga, hobby, pekerjaan, teman, dan lain sebagainya.

Pernyataan ‘Aku sayang kamu’ hanya terdengan di lisan saja, tanpa dibuktikan dengan perbuatan yang nyata. Seakan tidak pernah peduli dengan perasaan Anda, dia hanya fokus akan indahnya paras wajah. Itulah hubungan yang berdasarkan akan nafsu belaka.

Sedangkan pasangan yang berlandaskan akan cinta, selalu ingin menghabiskan waktu berdua, namun ingat waktu. Menceritakan masa kini, masa lampau, dan masa depan. Saat jauh akan merasakan kerinduan yang sangat mendalam seakan tak ingin berpisah. Bukan maksudnya ingin selalu bersama setiap detik, melainkan selalu berkomunikasi sewajarnya, sekedar mengetahui apa dia baik-baik saja.

Saling mengerti dan percaya satu sama lain. Saling melengkapi kekurangan satu sama lain dan tidak pernah mempermasalahkannya. Itu akan membuat seseorang menjadi lebih baik lagi. Pasangan yang berlandaskan pada cinta akan menerima keadaan pasangannya, seburuk apapun dia. Tidak hanya memandang dari segi fisik dan harta, melainkan juga dari akhlak dan kepribadiannya. Mereka juga akan merasa yakin hubungan mereka akan berakhir di pelaminan tanpa ada keraguan.

Tanyalah pada diri Anda sendiri apakah Anda benar-benar mencintai orang itu? Atau hanya nafsu ingin memiliki saja? (lutfi/alhikmahco)

Sumber : http://www.gen22.net/2014/06/perbedaan-rasa-nafsu-dan-rasa-cinta.html?=1