Cerita Jurnalis Suriah, Saksi Hidup Penyerangan Rezim Assad di Pinggiran Aleppo

Cerita Jurnalis Suriah, Saksi Hidup Penyerangan Rezim Assad di Pinggiran Aleppo

0 317

Saat ini, saya mendengar pasukan militer tengah terbang menuju Aleppo. Itu membuktikan rapuhnya aturan gencatan senjata ini. Saya tak mau berharap apa pun.

ALHIKMAHCO,– Sesosok bayangan itu berlari kencang menembus asap tebal. Debu-debu beterbangan mengelilinginya. Nafasnya terengah-engah, embusannya yang cepat dan pendek-pendek terdengar jelas di balik kamera yang ia pegang. Ia tengah menghindari serangan misil.

Ia adalah Hadi Al Abdullah, seorang jurnalis dan aktivis asal Suriah. Kala itu ia tengah mendokumentasikan aksi perusakan bangunan oleh pasukan Suriah dan Rusia di Aleppo. Sejak berminggu-minggu lalu, kota tersebut kian bergejolak.

Semenjak pecahnya perang, Abdullah telah memproklamirkan diri sebagai dua hal. Pertama, sebagai aktivis anti-rezim di kampung halamannya, Homs. Kedua, sebagai jurnalis yang bekerja di situasi yang membahayakan di wilayah-wilayah rawan Suriah: Qusayr, Idlib, dan Aleppo.

Abdullah telah menjadikan dirinya sendiri sebagai sosok yang tak disenangi baik oleh pemerintahan Suriah, maupun front Al Nusra, yang menyebabkannya dan aktivis lainnya, Raed Fares, tertangkap di Kafranbel beberapa waktu lalu.

Video Abdullah baru-baru ini menunjukkan serangan udara yang berjatuhan di sebelah timur Aleppo. Penghancuran itu menyebabkan rumah-rumah dan pasar terbombardir, dan anak-anak menjadi sasaran kebrutalan itu.

Dilansir dari Al Jazeera, berikut petikan perbincangan dengan Abdullah, guna mendapati kondisi terbaru di Aleppo pasca gencatan senjata.

Dalam beberapa minggu ini, media internasional fokus memberitakan peningkatan situasi berbahaya di Aleppo. Bagaimana Anda melihatnya?

Sejak permulaan kampanye militer pasukan Suriah dan Rusia, saya telah banyak mendokumentasikan beragam peristiwa di Aleppo. Ada banyak pembunuhan masal yang dilakukan dua pihak itu dengan membom RS Al Quds, sebuah fasilitas kesehatan yang dijalankan Doctors Without Borders (DWB).

Namun sejak gencatan senjata, situasi di Aleppo lebih sunyi. Kota itu tak lagi dibombardir sesering dulu. Memang, masih ada serangan-serangan oleh rezim, terutama oleh pasukan artileri, namun lebih sedikit dari sebelumnya.

Tapi kita harus membedakan situasi ini antara Aleppo dan kota tetangga. Kota-kota itu tak pernah ada dalam kesepakatan gencatan senjata, baik dari oposisi maupun masukan rezim, sehingga penyerangan masih berlangsung di sana.

Bagaimana situasi di sebelah selatan Aleppo?

Ketika penduduk sipil menjadi target pengeboman, ada tekanan pada Free Syrian Army (FSA) dan faksi-faksi islamis untuk berhadapan langsung dengan rezim, sehingga, mereka tak lagi dibom.

Banyak yang meyakini, jika membuka barisan, pasukan udara Rusia dan Suriah akan lebih banyak menyerang di lokasi itu, dan pemboman di lokasi sipil akan berhenti. Maka, Jaish Al Fateh (koalisi oposisi yang tergabung dalam faksi islamis yang juga menyertakan Frost Al Nusra) mengambil alih kota Khan Touman, lalu Khaldiya, yang dikuasai rezim.

Aku pergi ke tempat tersebut untuk membantu pasukan militer. Sejak itu, perang belum pernah mereda. Pemboman tak hanya berlaku di seluruh Khan Touman, namun juga seluruh kota di bagian barat dan selatan Aleppo. Pengeboman tak pernah berhenti.

Bagaimana kondisi warga di Aleppo yang dipegang oposisi sendiri?

Mereka mulai membangun hidup mereka yang normal, pasar-pasar juga lebih ramai sedikit demi sedikit. Kabel listrik yang diputus sejak dua minggu terakhir juga diperbaiki. Jalanan bersih dari puing-puing. Namun masyarakat masih khawatir jika rezim akan menyerang lebih gencar.

Siapa kelompok oposisi utama di Aleppo saat ini?

Kebanyakan adalah brigadir FSA, kelompok-kelompok seperti Jabhat Al Sham, Gerakan Nour Al Din Al Zinki. Mereka adalah kelompok yang tersohor. Ada juga faksi islamis seperti Ahrar Al Sham, Jaish Al Islam, dan lainnya, tapi yang dominan adalah FSA.

Dalam beberapa video, Anda tengah melaporkan di kota tetangga Aleppo saat serangan udara berjatuhan. Bagaimana kondisi sekitar di situasi seperti itu?

Bayangkan Anda tengah berada di wilayah rawan serangan, dan kemungkinannya sangat besar terkena bom, dan granat. Saya melihat penduduk sipil tertimpa puing-puing bangunan yang hancur; orangtua mereka mencari anak-anaknya yang menghilang. Situasi di sana benar-benar sulit.

Apa harapan Anda dalam masa gencatan senjata ini?

Saat ini, saya mendengar pasukan militer tengah terbang menuju Aleppo. Itu membuktikan rapuhnya aturan gencatan senjata ini. Saya tak mau berharap apa pun.

(Aghniya/Alhikmah/Aljazeera.com)