Buka Bersama, PAS Jabar Bahas Tantangan Pemikiran Islam di Indonesia

Buka Bersama, PAS Jabar Bahas Tantangan Pemikiran Islam di Indonesia

0 50

ALHIMAHCO,– Pembela Ahlus Sunnah (PAS) Jawa Barat  menggelar buka bersama dan dialog santai bertema ‘Tantangan Pemikiran Islam di Indonesia’ bersama ketua Komisi Perundangan MUI Pusat, Mohammad Baharun bertempat di Pusdiklat Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Jawa Barat, Cimahi.

“Islam itu sistem nilai yang sangat suci, tidak bisa dipecah-pecah, seperti istilah Islam Nusantara, Islam Jawa, Islam Gombongkromo. Muslim saja, jangan islamnya yang dibawa, karena Islam itu sistem nilai,” ungkap Prof Baharun mengawali dialog di Cimahi, Selasa (23/06/2015).

“Sehingga, istilah JIL pun sangat tidak cocok mengatasnamakan Islam, mengingat kelakuan mereka yang bertolak belakang dengan prinsip Islam,” lanjutnya.

JIL (Jaringan Islam Liberal) itu, menurut Prof Baharun lebih laik dengan sebutan Jaringan Iblis Laknatullah. Karena menurutnya yang pertama kali menolak perintah Allah dengan penuh kesombongan, itu iblis. Serupa dengan  JIL, imbuhnya, yang diutak-atik JIL adalah Al Quran.

“Al Quran bukan wahyu Allah, ini kitab sejarah, sebagai kitab sejarah tidak relevan dengan zaman sekarang, Karena turun dengan Bahasa Arab, di zaman Nabi, disangka, ya sudah hanya relevan di waktu itu, kita hanya mengambil nilai-nilainya. Itu kata mereka,” ungkap Prof. Baharun.

“Dikemas bahasanya dengan seindah mungkin, seolah-olah benar, padahal kesesatan,” tandasnya.

Menyinggung toleransi, Prof Baharun berpendapat, Islam punya banyak nilai toleransi. “Islam adalah pelopornya bukan agama lain, yang lain hanya mengadopsi saja, kita harus berbicara bahwa HAM itu pelopornya, Nabi Muhammad,” katanya.

Namun, menurutnya,  Hak asasi harus pula disertai kewajiban asasi. Masalah gender pun tak luput dari pembahasan Rektor Universitas PASIM ini. Prof Baharun menekankan tidak ada agama atau ajaran yang sangat memuliakan wanita, menghormati wanita, selain Islam. (pipin/alhikmahco)