Budi Prayitno: Dekat dengan Allah, Dekat dengan Kebahagiaan

Budi Prayitno: Dekat dengan Allah, Dekat dengan Kebahagiaan

0 376

ALHIKMAHCO,– Manajemen Tabloid Alhikmah kembali menggelar Pengajian Rutinan Alhikmah keempat bersama Budi Prayitno. Acara yang terbuka untuk umum ini mengangkat tema Dekat dengan Allah, Dekat dengan Kebahagiaan. Puluhan jamaah yang memadati Aula Training Centre Gedung Wakafpro99 nampak khusyuk menyimak tausiyah sebab materi yang disampaikan erat kaitannya dengan kehidupan mereka.

“Orang yang dekat dengan Allah pasti akan merasa bahagia, sebaliknya yang jauh dari Allah juga jauh dari kebahagiaan yang hakiki,” ucap Ustadz Budi membuka tausiyah, Kamis (09/04/2015).

“Cara dekat dengan Allah adalah dengan menunaikan shalat yang khusyuk,” lanjutnya.

Ustadz Budi menyampaikan, shalat khusyuk itu tidak juga bermakna tidak tahu kondisi sekitar karena kefokusannya dalam shalat. Melainkan ia yang melakukan shalatnya dengan tenang, tumaninah, dan mengerti arti dari setiap doa yang diucapkan dalam bacaan shalatnya.

Selain itu, terkait tema ini, Ustadz Budi juga mengatakan bila dengan shalat khusyuk merupakan cerminan kehidupan sehari-hari. “Saat mengangkat tangan sambil bertakbir, kita memaknainya dengan mengakbarkan dzat Allah dan mengerdilkan diri kita,” lanjutnya.

Lalu gerakan ruku, imbuh Ustadz Budi, mengimplementasikan bahwa dalam urusan dunia pun mesti dilihat seksama. Jangan gegabah dalam bertindak. “Misalnya jangan asal tanda-tangan, tanda tangan sambil belum dibaca,” sindir Ustadz Budi yang membuat jamaah tertawa.

Sementara gerakan sujud, Ustadz Budi menerangkan itu adalah simbol penghambaan, menyerahkan segala urusan, permasalahan kehadirat Illahi Rabbi.

Ustadz Budi juga mengambil beberapa contoh orang yang hidupnya bahagia, sukses juga dengan banyak melakukan pendekatan diri kepada Allah. Baik lewat wajib, atau di sela-sela waktu yang hukumnya sunnah, seperti dhuha, tahajud. Ia juga sempat menyitir kisah perjalanan mualaf yang masuk Islam karena mencoba mendekatkan diri kepada Allah, yang akhirnya ia bahagia karena menemukan kedamaian sebenarnya. (pnurullah/alhikmah)