Bolehkah Kita Berpuasa Sepanjang Masa?

Bolehkah Kita Berpuasa Sepanjang Masa?

0 12
pict: islam dan science

ALHIKMAHCO,– Dari Anas bin Malik, pada suatu ketika datang tiga orang sahabat ke rumah Rasulullah untuk menanyakan ibadahnya. Setelah diceritakan kepada mereka tentang ibadah Rasulullah, mereka menganggapnya terlalu sedikit, sehingga di antara mereka berkata, aku akan melakukan salat malam terus menerus. Seorang lagi berkata, aku akan berpuasa terus menerus sepanjang masa. Mendengar itu, kemudian Rasulullah mendatangi mereka. Beliau bersabda, demi Allah, aku adalah orang yang paling bertakwa, namun selain berpuasa aku juga berbuka, selain salat aku juga tidur. Barangsiapa yang membenci sunnahku, ia bukan termasuk golonganku. (HR. Bukhari). [i]

Maksud dari puasa sepanjang masa adalah, puasa terus sepanjang tahun, tanpa meninggalkan hari-hari yang telah dilarang agama. Jumhur ulama sepakat bahwa puasa itu hukumnya haram. Meski secara fisik dia sanggup mengerjakannya. [ii]

Dalam sebuah hadits dinyatakan, Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti, (mengulangnya sampai tiga kali).” (HR. Muslim no. 1159)

Hadits di atas menunjukkan terlarangnya berpuasa setiap hari tanpa henti walaupun tidak ada kesulitan dan tidak lemas ketika melakukannya. Begitu pula tidak boleh berpuasa setiap hari sampai-sampai melakukannya pada hari yang terlarang untuk berpuasa, yang terakhir ini jelas haramnya. [iii]

Seandainya ada orang yang melakukan itu tentu tidak akan memberikan fadhilah sedikit pun. Sebagaimana yang tertulis dalam hadits berikut: Dari Abdullah bin asy Syikkir, Rasulullah SAW bersabda: Tidak akan berarti, puasa yang dilakukan sepanjang tahun. (HR. Ahmad dan Bukhari). [iv]

Dalam keterangan lain, Rasulullah SAW bersabda: Telah sampai berita kepadaku bahwa engkau berpuasa tanpa berbuka dan menjalankan shalat semalam suntuk. Janganlah melakukan seperti itu, Bahwasannya Tuhanmu mempunyai hak atasmu yang wajib engkau bayar, begitu juga dirimu dan keluargamu, semua mempunyai hak yang engkau bayar. Maka dari itu, hendaklah kamu berpuasa sewaktu-waktu, dan berbuka pula sewaktu-waktu, berjaga malam sewaktu-waktu dan tidur di waktu yang lain. Dekatilah keluargamu dan berikanlah hak mereka satu per satu. (HR. Bukhari) [v]

 

[i] Salim bin Ied al-Hilali, (2005), Jakarta : Pustaka Imam Syafi’I, hlm. 192

[ii] Yunus Hanis Syam, (2010), Puasa Sepanjang Tahun, Yogyakarta, Mutiara Media, hlm.84

[iii] Salim bin Ied al-Hilali,op.cit, hlm. 193

[iv] Yunus Hanis Syam, op.cit, hlm 85

[v] Sulaiman Rasjid, (2004), Fiqh Islam, Bandung : Sinar Baru Algensindo, ce. 36, hlm. 243