Biarkanlah Anak=anak Kita Bermain

Biarkanlah Anak=anak Kita Bermain

0 44

ALHIKMAH.CO–Bermain merupakan salah satu hak dari sekian banyak hak anak, karena ia merupakan simbol dari kelin-cahan dan giatnya mereka. Dan Islam pun melindungi hak anak ini serta tidak menyumbatnya. Ada banyak tujuan baik dan mulia yang dapat di capai dengan bermain, di antaranya adalah bahwa dengan bermain si anak dapat belajar adab-adab berbicara, ziarah atau berkunjung, meminta izin dan selain-nya yang berkaitan dengan pergaulan, di samping untuk menumbuhkan kreativitas mereka.

Para ulama juga memandang bahwa bermain merupakan salah satu terapi pendidikan bagi anak dalam berbagai kondisi tertentu yang terka-dang mereka lari darinya, atau merasa bosan dan jenuh dalam mencapai suatu target tertentu.

Orang tua dan para pendidik dianjurkan untuk mendampingi anak ketika bermain, sebab hal itu akan membuat bahagia hati mereka. Juga dianjurkan agar memilihkan mainan yang baik dan bermutu yang dapat menumbuhkan kratifitas dan daya pikir anak. Standarnya bukanlah yang berharga mahal atau yang mewah, akan tetapi yang penting adalah dari ide yang bagus, memberi pengaruh positif serta dapat merangsang daya imajinasi anak.

Hendaknya anak-anak juga dijauhkan dari berbagai bentuk mainan yang dilarang dalam Islam, seperti alat-alat musik atau poster dan gambar-gambar makhluk yang bernyawa.

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Mas’udzdia berkata,”Aku mende-ngar Rasulullah n bersabda, ”Sesung-guhnya orang yang paling pedih siksa-nya di hari kiamat adalah para perupa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar (makhluk bernyawa, red) tidak akan dimasuki oleh malaikat.”(HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Barangkali ada di antara kita yang mengemukakan alasan bahwa dirinya bukanlah orang yang membuat gambar tersebut, namun hanya sekedar pengguna saja. Alasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena meskipun tidak menggambarnya namun ia telah menghalangi masuknya malaikat ke dalam rumah di samping telah tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman,

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS. 5:2) (Dikutip dari buku, “Tarbiyatul Abraa’ Ahkam wa waqafat,” Syaikhah bin Abdullah. Terbitan Darul QAsim Riyadh.)