Bahrain, Sudan, dan UEA Ikuti Saudi Putuskan Diplomasi dengan Iran

Bahrain, Sudan, dan UEA Ikuti Saudi Putuskan Diplomasi dengan Iran

0 50
Para demonstran memprotes eksekusi Nimr Al Nimr. pic source: The Guardian

ALHIKMAH.CO,– Mengikuti jejak Arab Saudi, Bahrain dan Sudan turut memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran. Sementara, Uni Emirat Arab menurunkan tingkat diplomasinya dengan Teheran. Seperti diketahui sebelumnya, pada Ahad (3/1/2016), Arab Saudi memutus diplomasi dengan Iran setelah eksekusi tokoh Syiah Saudi, Nimr Al Nimr, menimbulkan kerusuhan brutal di kedutaan Saudi.

Pihak Saudi menyatakan akan menghentikan lalu lintas udara dari dan menuju Iran, serta melarang warga negaranya mengunjungi Iran. Hal ini membawa konsekuensi serius bagi warga Iran yang hendak melaksanakan ibadah haji, sebab mereka memerlukan visa. Namun, pihak Saudi belum mengonfirmasi pembatalan perizinan ibadah warga Iran di waktu mendatang.

Tak lama berselang, sekutu terdekat Saudi, negeri Bahrain mengatakan para staf diplomasi Iran memiliki waktu 48 jam untuk meninggalkan ibukota, Manama. Diplomat Bahrain pun akan segera meninggalkan kedutaannya di Teheran.

Sementara itu, Sudan telah mengusir duta besar Iran dari ibu kota, dan meminta mereka pindah ke kota kedua terbesar di Sudan, Khartoum. Sudan sendiri, sebelumnya, telah menjauhkan diri secara bertahap dari diplomasi dengan Teheran selama beberapa bulan terakhir.

Menyusul kemudian, Uni Emirat Arab merendahkan status perwakilan diplomatiknya dengan Iran. Sebagai pengganti duta besar, Uni Emirat Arab menggunakan Kuasa Usaha untuk berdiplomasi dengan Iran. Langkah sederhana tersebut dinilai tetap mencerminkan keeratan, meski terdapat keteegangan politik diantara keduanya.

Kepala Peradilan Iran, Ayatollah Sadeq Amoli Larijani menuduh Saudi hanya mendatangkan bencana lebih besar dengan keputusannya. Ia menyebut Arab dan negeri lainnya seperti Irak, Suriah, Libanon, Yaman, dan Bahrain sebagai negeri yang suka berperang. (Aghniya/Alhikmah/TheGuardian.com)