Ayam Bakar Mas Mono : Dari Kaki Lima Bercabang Empat Lima

Ayam Bakar Mas Mono : Dari Kaki Lima Bercabang Empat Lima

0 373

Dari berdagang kaki lima di emperan Sahid, Jakarta, saat ini, sudah 45 cabang Ayam Bakar Mas Mono tersebar di pelbagai wilayah di tanah air, plus yang terbaru dibuka di Malaysia.

Suasana khas ibukota. Pagi-pagi sekali, para pekerja dengan kemeja khasnya bergelantungan di dalam Metromini. Angkutan kota disesaki para pelajar putih-biru dan putih-abu. Pejalan kaki, melangkahkan kakinya dengan gesit, melewati trotoar-trotoar jalanan.

Di emperan, bilangan Sahid, Jakarta, langganan mereka sudah menanti. sebuah gerobak, kupat sayur, milik seorang pedagang kaki lima sudah menggelar lapaknya, mulai subuh hingga jam 10. Dengan lahap, mereka pun menyantap hidangan ala kadarnya, ganjal sarapan.

Lepas jam 10, pedagang kaki lima itu mengganti “logo” kupat sayur dengan tulisan “Ayam Bakar”. Kali ini, ia tak sendirian. Bersama lima karyawannya siap berdagang kembali, mulai jam makan siang.

Namun, begitulah nasib pedagang kaki lima di negeri ini. Kucing-kucingan dengan Polisi Pamong Praja hal biasa. Sempat beberapa kali gonta ganti tempat, dan bahkan digusur. Kali ini pun ia kena gusur. Semua tenda, lapak, juga bangku-bangku diboyong petugas. Kali itu, ia tak bisa berjualan lagi. Hatinya menjerit, “Apakah Allah itu adil?” Tanya dia dalam hati.

Sepotong kenangan Agus Pramono, mantan pedagang kaki lima yang kini sukses sebagai pemilik BrandAyam Bakar Mas Mono, yang kesohor itu.

“Ketika itu saya bertanya-tanya dalam hati, mengapa saya kerap kena gusur?” ungkap pria yang karib disapa Mas Mono ini, saat ditemui Alhikmah sepenggal Februari 2013 lalu.

Ia merenung, mentafakuri peristiwa demi peristiwa yang dialami. ‘Apa hikmah di balik itu semua?’ batinnya berbisik. Perlahan, bersama istri dan karyawannya, ia mulai bangkit, merintis usaha, meretas kembali kepercayaan yang selama ini telah dibina bersama.

“Setelah saya renungi, ternyata Allah membuka jalan. Gara-gara digusur, saya bisa menghajikan Ibu saya dan badal almarhum bapak dan mertua saya. Gara-gara waktu itu digusur, sekarang saya bisa membangunkan rumah orang tua. Gara-gara digusur, ayam saya tetap bisa beroperasi sabtu minggu, gara-gara digusur, saya bisa seperti sekarang,” kenang mas Mono.

Kini, Mas Mono haqqul yakin soal keadilan Sang Pencipta. “Allah tidak akan merubah suatu kaum, jikalau kaum itu nggak mau berubah. Bisa jadi, kalau saya nggak digusur, saya bakal di situ terus, berdagang di kaki lima,” ungkapnya.

Bangkit dari keterpurukan lepas penggusuran, ia mulai merintis usaha di wilayah Tebet, Jakarta. Secercah harapan mulai tampak terlihat. Hari berganti, ayam bakar olahan Mas Mono kian digemari.

Dari sana, rezeki Allah mengalir deras, hingga kini. “Saat jadi PKL dulu, saya sudah laris. 1 hari bisa sampai 80 ekor ayam, saya dipercaya memberikan makanan untuk program acara Trans 7, sudah 11 tahun berjalan. Sampai detik ini tidak ada MoU dan Surat Perjanjia Kerjasama (SPK), semuanya bermodal kepercayaan,” kata Mas Mono.

Kunci itu Bersabar dan Bersyukur

Menurutnya, bisnis tak melulu soal uang. Hal ini terbukti pada tahun 2000 dengan menggunakan lapak tak terpakai di depan kampus Usahid, Jakarta. Pertama kali jualan, Mas Mono membawa 5 ekor ayam yang ia bagi 20 potong. Sejumlah itu, yang laku hanya 12 potong. Menyerah? Tidak. Dengan dukungan sang Istri yang hobi masak, Mas Mono tetap bersabar berjualan di jalanan.

Sepenggal waktu berlalu, pelanggan ayam bakarnya kian bertambah, Bisa dibayangkan, lapak yang hanya sebesar satu setengah meja, melayani ratusan pengunjung sehari. Hingga Mas Mono pun bisa mempekerjakan 5 karyawan.

Hal ini menarik sponsor untuk melengkapi kebutuhan di lapak Mas Mono mulai dari taplak, meja, mangkok, rice cooker, dan perlengkapan lainnya. ”Bisnis nnggak harus modal kita. Jika kita mencari keberkahan, uang akan datang, tapi kalau mencari uang, belum tentu uang didapat,” ungkap Mas Mono.

Dalam membangun bisnis, jatuh bangun adalah hal biasa. Hal ini pun dialami Mas Mono. Pun ketika bisnisnya mulai mapan, saat melakukan ekspansi membuka cabang.

“Waktu itu isu flu burung merebak, saat saya mulai buka cabang. Kontan, secara materi saya rugi besar. Semua penjual ayam kena dampak. Namun, saya coba untuk tetap bersyukur dan bersabar atas kejadian itu. Saya yakin, dengan syukur, Allah beri nikmat lebih banyak,” Mas Mono, mengenang.

Selain itu, ia aktif menimba ilmu dan pengalaman bergelut di dunia bisnis. Para pebisnis kenamaan semisal; Sandiaga Uno, Ustadz Yusuf Mansyur, Ciputra, Bob Sadino, dan beberapa lainnya boleh dikatakan sebagai mentor-mentor bisnis Mas Mono.

Sebuah nama sekaligus Brand

Saat berjualan di bilangan Sahid, Jakarta, Mas Mono belum memiliki nama untuk produk olahannya itu. “Ada yang bilang ayam bakar seberang sahid, ada yang bilang ayam bakar pancoran, ada yang bilang ayam bakar enak, dan lain-lain. Saya berpikir, kenapa tidak saya bikin brand saja sekalian. Akhirnya saya namakan ayam bakar Mas Mono, karena dari nama saya Pramono,” katanya.

Dari berdagang kaki lima di emperan Sahid, Jakarta, saat ini, sudah 45 cabang Ayam Bakar Mas Mono tersebar di pelbagai wilayah di tanah air, plus yang terbaru dibuka di Malaysia.

Satu waktu di cabang Cinere, seorang pengunjung melihat foto yang terpajang di dinding outlet, lalu bertanya kepada salah seorang karyawannya. ‘Ini fotonya mas Mono?’ Sambil melirik foto yang dipajang di dinding. ‘betul, pak,’ kata karyawan saya. Pelanggan itu kembali bertanya, ‘Mas Mono itu meninggal tahun berapa ya?’ Mendengar itu, Mas Mono yang saat itu kebetulan berada di sana, tersenyum simpul.

“Tidak terlalu penting orang mengenal saya atau tidak, yang penting brand produknya dikenal, sehingga bisnis berjalan.” ungkap Mas Mono. Ia bermimpi, “Suatu saat nanti, Ayam Bakar Mas Mono menjadi “KFC”nya Indonesia. Mohon doanya, semoga terwujud,” pungkasnya mantap.

(M. Rizki Utama/ed:hbsungkaryo)

 

BIO

Agus Pramono

SMA di Madiun (1994)

KARIR

  • Officeboy di Stasiun Televisi Swasta, ANTV.
  • Owner Baso Moncrot.
  • Owner Mas Mono Cathering.

PENGHARGAAN

  • Mentor Nasional Entrepreneur University.
  • Motivator di Perusahaan ASTRA Group,Honda, Toyota, dan perusahaan besar lainnya.

Komentar ditutup.