Arnoud van Doorn, Syahadat Politikus Partai Anti Islam

Arnoud van Doorn, Syahadat Politikus Partai Anti Islam

0 382

 

Partai Kebebasan (Partij voor de Vrijheid, PVV), partai sayap kanan di Belanda yang kerap bersikap anti Islam pun gempar. Salah seorang politikus ulungnya, Arnoud Van Doorn menyatakan diri masuk Islam.

ALHIKMAH.CO–Anda, pembaca, tentu tak asing dengan sosok bule bernama Geert Wilders. Sepenggal waktu ke belakang, ia sempat memancing kemarahan umat Islam dengan film ‘Fitna’-nya yang sangat menghina Umat Islam. Tak pernah terlintas sebersitpun dalam benak, bahwa rekan seperjuangan di partainya, Arnoud Van Doorn akan memeluk Islam, kelak.

Jauh sebelum Van Doorn memutuskan memeluk Islam, tanda-tanda ketertarikan pada Islam mulai tampak pada sikap dia yang tak terpengaruh melihat sikap partainya dalam ‘menolak’ Islam. Doorn tak terseret opini arus utama di dalam. Ia justru penasaran, ‘Ada apa dengan Islam, sehingga rekan-rekan separtainya begitu membenci agama ini?’

Bukannya turut serta dalam gerakan penolakan tersebut, ia justru tertarik mempelajari Islam lebih dalam. Doorn baru benar-benar akan mengikuti kawan-kawannya mencela Islam, jika ia benar-benar sudah mengetahui seluk-beluk agama yang dihujat habis-habisan oleh karibnya separtai ini.

Pencarian Islam

Mulailah pengembaraan Doorn menelusuri hal ihwal apapun yang dapat menambah pengetahuannya tentang Islam. Wahyu suci Al Quran dan Hadist pun tak luput dari penelitian sang Politikus. Hampir setahun ia habiskan pun untuk meneliti sumber hukum tertinggi dalam Islam itu. Selain itu, ia pun aktif berdialog tentang agama dengan warga muslim.

Seperti dilansir laman OnIslam dalam sebuah tayangan di saluran televisi Al Jazeera Inggris Doorn mengatakan, “Orang-orang di sekitar saya tahu, saya aktif meneliti Al-Quran, sunah, dan tulisan-tulisan lain selama hampir setahun ini.”

Semakin dalam pria ini meneliti Islam, kian ia rasakan   sesuatu yang istimewa di dalamnya. Keingintahuannya pada agama akhir zaman ini begitu tinggi.

Suatu ketika ia bersua seorang Muslim, koleganya yang menjabat di Dewan Kota Den Haag bernama Aboe Khoulani. Pun melalui rekannya itu, ia bisa terhubung dengan Masjid As- Sunnah, Den Haag.

Lambat laun setelah mulai memahami Islam, Doorn merasa heran dengan mereka yang menentang agama yang demikian mulia itu. “Tak ada hal yang patut dicela dari agama akhir zaman ini. Mengapa banyak orang memilih skeptik terhadap Islam. Karena tak ada yang patut ditentang dari Islam, tapi mereka tak berani memeluk agama ini,” tegas Doorn.

Keputusan Besar

Ketegasan seorang Doorn bahwa Islam tak patut dicela, belum berbanding lurus dengan kebulatan tekadnya untuk memeluk agama Muhammad SAW ini. meski begitu, ia sadar, keputusan harus segera dibuat. Tak mungkin berlarut-larut dalam soal prinsipil seperti ini.

Dan setelah sekian waktu menimbang matang tentang banyak hal, Doorn memantapkan diri untuk melangkah menuju jalan kebenaran, Al-Islam. Syahadat pun ia ucapkan dengan mantap di hadapan para saksi. Bahkan, ia berani menyebarluaskan kabar gembira keislamannya, termasuk melalui Twitter. Di jejaring sosial ini Doorn menuliskan kalimat syahadat dalam bahasa Arab, beserta alasannya memeluk Islam melalui salah satu Tweetnya.

Partai Kebebasan (Partij voor de Vrijheid, PVV), partai sayap kanan di Belanda yang kerap bersikap anti Islam pun gempar. Salah seorang politikus ulungnya, Arnoud Van Doorn menyatakan diri masuk Islam.

Kontan saja hal ini menuai cercaan dari kolega-koleganya di Partai. Mereka pun menuding Doorn sebagai “pengkhianat“. Betapa tidak, Doorn bukanlah politikus pada umumnya. Ia berasal dari partai yang kesohor kerap menyudutkan dan menyerang Islam.

Para politikus anti-Islam di Belanda gerah. Mereka memanfaatkan keislamannya untuk menghantam Doorn. Tentu saja, itu bukan masalah besar bagi sang politikus, sebab iman Islamnya lebih dari apa pun. Selain itu, menurut dia, masih banyak orang yang merespon positif keislamannya, lantas mendukung dia.

”Rasanya menyenangkan bahwa orang-orang yang tak mengenal saya secara pribadi kemudian memahami situasi saya dan mendukung pilihan saya. Tak sedikit pula yang mengatakan bahwa saya benar-benar membuat keputusan yang tepat. Saya juga menerima beberapa dukungan melalui twitter,” papar Doorn.

Siapa sangka rasa penasaran itu berkembang menjadi rasa cinta pada Islam. Kini, setelah menjadi mualaf, Doorn terus berusaha membenahi diri.

(hbs/klf/dbs)

Nama    : Arnoud van Doorn

Profesi  : Anggota Partai Kebebasan (Partij voor de Vrijheid, PVV), Belanda.

Kolega  : Geert Wilders (rekan separtai yang kerap melecehkan Islam,

salah satunya lewat film garapannya ‘Fitna’)