Apa Hukum Arisan Kurban?

Apa Hukum Arisan Kurban?

0 26
pic NU or id

ALHIKMAHCO,– Dalam buku Fiqih: Sembelihan, ahli fikih Ahmad Sarwat. Lc., MA menjawab pertanyaan tentang hukum arisan kurban yang marak di tengah masyarakat. Ia menyatakan:

“Prinsipnya, kalau sistem dan tata cara arisan itu halal, maka hukumnya pasti halal. Sebaliknya, bila sistem arisannya haram, karena mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, maka arisan qurban pun hukumnya haram juga.” katanya.

Untuk mengetahui arisan yang halal, kata Ahmad Sarwatm prinsipnya semua anggota harus dapat giliran menang secara adil. Dan nilai yang diterima harus sama pada setiap pengocokannya. Sehingga pada akhirnya tidak ada anggota yang untung atau rugi secara finansial, karena uang mereka tidak bertambah dan tidak berkurang.  “Arisan menjadi haram nilai hadiah buat pemenang berubah-ubah pada tiap pengocokan.” tuturnya.

Pada pengocokan pertama, pemenang mendapatkan 30 ribu rupiah, maka masing-masing anggota diharuskan mengeluarkan uang 10 ribu rupiah. Lalu pada pengocokan kedua, aturan diganti dan pemenang mendapat 45 ribu rupiah, karena iuran arisannya dinaikkan menjadi 15 ribu rupiah. Dan pada pengocokan ketiga, disepakati bahwa uang buat pemenang ditetapkan hanya 24 ribu rupiah saja, sehingga masing-masing anggota cukup mengeluarkan uang sebesar 8 ribu.

Ia menuturkan, “Cara ini jelas haram hukumnya walaupun asasnya sama-sama ridha. Karena kalau kita kalkulasi secara total dari awal hingga akhir, ada pihak yang untung dan ada yang rugi. Selama tiga kali pengocokan, masing-masing anggota harus menyetorkan uang sebesar 10 ribu, ditambah 15 ribu dan 8 ribu, sama dengan 33 ribu,”

Uang yang diterima oleh masing-masing pemenang ternyata berbeda-beda tiap kali pengocokan. Pemenang yang mendapat giliran pertama mendapat 30 ribu, sedangkan pemenang giliran kedua mendapat 24 ribu. “Cara ini 100% sama persis dengan perjudian, dan hukumnya jelas haram.” ia menandaskan. []