Anjuran Rasulullah, Umatnya Harus Bekerja Keras

Anjuran Rasulullah, Umatnya Harus Bekerja Keras

0 21488

BEKERJA keras merupakan bagian dari akhlakul karimah yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Sebab secara syariatnya, dengan kerja keraslah seseorang akan berhasil menggapai yang dicitakan. Seorang Muslim yang paripurna, memiliki sifat etos kerja yang tinggi. Allah SWT berfirman : Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu, tentu Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian diberikannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. At-Taubah [9]: 105).

Rasulullah SAW lewat hadits-haditsnya juga menganjurkan kepada umatnya agar senantiasa bekerja keras. Di antara sabda-sabda rasul yang menerangkan tentang anjuran bekerja keras adalah: Dari Miqdam bin Ma’di, Rasulullah SAW pernah bersabda tidak pernah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan dari makanan yang dihasilkan dari pekerjaan tangannya sendiri. (H.R. Bukhari)[i]

Bekerja keras untuk mendapatkan rizki yang kemudian digunakan untuk menghidupi kebutuhan keluarga adalah perbuatan yang terpuji. Karena itu, Rasulullah SAW mensejajarkan orang yang bekerja keras untuk mendapatkan rezeki yang halal dengan mereka yang berjihad di jalan Allah. Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang bersusah payah mencukupi kebutuhan keluarga, maka dia bagaikan berjuang di jalan Allah. (H.R Ahmad). Hal ini dikarenakan, seseorang yang bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya bisa menghindarkan keluarga mereka dari hal-hal yang menjerumuskan, yang seringkali dilatabelakangi faktor keterbatasan ekonomi. [ii]

Allah SWT juga menyediakan ampunan bagi mereka yang bekerja keras, sebagaimana yang dikutip dalam hadits berikut: sungguh sebagian dari dosa manusia ada yang tidak terampuni dengan melakukan ibadah salat, zakat, dan haji. Tetapi dosa itu terampuni dengan sulitnya mencari penghidupan. (H.R Thabrani)[iii]

Dengan demikian, bekerja keras untuk meraih hidup yang berkecukupan serta untuk menata hidup keluarga adalah perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sebab, Islam tidak ingin melihat para pemeluknya malas-malasan, bertopang dagu, dan tidak mau berusaha untuk mencari rizki. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bekerja. (H.R Ahmad) [iv]

[i] Ahmad Sunarto, Kumpulan Khutbah Jumat Para Kiyai, Jombang: Lintas Media, hlm. 192

[ii] Ahzami Sami’un (2006), Kehidupan dalam Pandangan Alqur’an, Jakarta: Gema Insan Pers, hlm. 52

[iii] Ahmad Sunarto, op.cit, hlm. 196

[iv] Toto Tasmara, (2002), Membudayakan Etos Kerja, Jakarta: Gema Insan Pers, hlm. 127