‘Anggapan Sangat Keliru Kalau Kemuliaan Diukur dengan Kekayaan’

‘Anggapan Sangat Keliru Kalau Kemuliaan Diukur dengan Kekayaan’

0 29

ALHIKMAH.CO–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Prof. Dr. KH Miftah Faridl mengatakan bahwa ada sebagian masyarakat yang masih menganggap bahwa kesuksesan dan kemuliaan itu dinilai dari banyaknya kekayaan. Hal tersebut disampaikan dalam acara tausyiah menjelang ramadhan Sinergi Foundation, Senin (23/5/2016) di Gedung Wakaf 99 Bandung.

“Anggapan bahwa kita sukses itu dinilai dari kekayaan itu salah. perlu diubah anggapan seperti itu, dan itu salah besar,” kata Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation ini.

Prof. Miftah mencontohkan ketika ada orang saling menyapa dan menanyakan perihal harta. “Ketika orang ditanya anaknya sudah punya rumah apa belum, sudah punya mobil berapa dan sebagainya, ini perlu diluruskan bahwa kesuksesan dalam Islam bukan masalah harta,” kata Prof. Miftah Faridl.

Menurut beliau, banyak orang yang banyak harta tetapi hidup tidak bahagia. Ada pula orang yang sedikit harta tapi hidup bahagia.

“Dan kemuliaan itu karena ketakwaan. Orang kaya raya bukanlah ukuran kemuliaan.  Sebaliknya, banyak orang sederhana tapi mulia. Nama-nama besar tokoh sufi dalam Islam, para ulama, adalah orang-orang yang sederhana,” tegasnya.

Tak luput, Kiai kesohor Bandung ini menegaskan bahwa teladan umat, Rasulullah merupakan sosok yang sederhana. “Harta bukanlah ukuran kemuliaan, tetapi Islam memerintahkan umatnya untuk bekerja keras,” pungkasnya. (mr/alhikmahco)