Aliansi Kemanusiaan Indonesia Tunjukkan Komitmen Bantu Rohingya

Aliansi Kemanusiaan Indonesia Tunjukkan Komitmen Bantu Rohingya

0 30

SF-UPDATES,– Konflik berdarah terus menambah sejarah kelam yang dialami etnis Rohingya. Bahkan dalam laporan PBB, diperkirakan 120.000 orang dipaksa kembali mengungsi hingga September 2016. Pun, sebab darurat militer, akses logistik terputus di beberapa kawasan yang terisolasi. Atas konflik ini, puluh ribu orang ditengarai tak memiliki pencaharian, kondisi kesehatan buruk, dan tidak dapat mencecap bangku pendidikan.

Sebab itu, di bawah payung Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKI), sejumlah lembaga sosial menilai perlu adanya penanganan jangka panjang atas pengungsi Rohingya pasca konflik. Lembaga-lembaga kemanusiaan tersebut di antara lain: Sinergi Foundation, MDMC, PKPU Human Initiative, LPBI NU, Dompet Dhuafa, RZ, ACT, HFI , DPU DT, BAZNAS, LAZ Wahdah Islamiah, KRC, LMI, dan Walubi.

Dalam fungsinya, aliansi ini akan mendukung misi bantuan kemanusiaan pemerintah Indonesia pada rakyat Rakhine itu. Menurut juru bicara AKI, Rahmawati, AKI berkomitmen hendak menyiapkan anggaran 1 juta USD (setara Rp13 miliar). Dana tersebut, katanya, digunakan untuk membuat program-program secara holistik, seperti kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga rekonstruksi fasilitas umum.

“Kegiatan Intervensi dapat difokuskan pada Layanan Kebutuhan Dasar. Misal: pangan, kesehatan, dukungan Pemberian NFI seperti sarung, alas tidur, selimut, kelambu; penguatan kapasitas pendidikan dan kesehatan; pengelolaan air bersih; juga ekonomi untuk penduduk desa,” katanya.

Ia melanjutkan, program ini difokuskan di dua wilayah minim akses di Rakhine: Sittwe dan Maungdaw. Rahmawati menjelaskan, program bantuan jangka panjang ini sekurang-kurangnya akan dilaksanakan selama 2-3 tahun.

“Aliansi NGO-NGO di Indonesia yang telah lama malang melintang di dunia kemanusiaan ini mewakili uluran tangan masyarakat Indonesia. Program yang kami namai #IndonesianAID ini bertujuan mendukung pembangunan di negara bagian Rakhine berfokus pada kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan dukungan logistik,” tutupnya. (aghniya/dbs)