Aktivis Dakwah Pacaran?

Aktivis Dakwah Pacaran?

0 200

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ummi, saya mempunyai teman aktivis yang pacaran, bagaimana cara yang ahsan untuknya? Sebabnya, bila diukur ilmu, tentu ia lebih mumpuni dari saya. Adakah doa yang bisa saya panjatkan  agar teman saya itu terbuka hidayahnya, Mohon jawabannya, Ummi. Syukron.

(Pipinn – Bandung)

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada para aktivis dakwah yang melakukan pacaran. Ada beberapa cara menasihati teman aktivis, walaupun sudah mumpuni ilmu tentang keharaman pacarannya, jika melanggar tetap kita harus menasehati mereka.

Pertama, dido’akan agar diberi petunjuk ke jalan yang benar. Kedua mengingatkan dengan cara tidak langsung, misalkan menyelipkan surat kaleng’ ke tasnya atau kamar kosnya, berupa nasihat untuk mengingatkan kembali tentang haramnya berpacaran. Cara halus ini adalah upaya agar yang dinasihati tidak merasa dipermalukan, namun ia diingatkan bahwa teman-teman sekitarnya melihat dirinya telah menyimpang dari jalan yang lurus.

Jika cara kedua tidak berhasil, ya harus diajak bicara empat mata, katakan bahwa anda aktivis dakwah yang mengajak orang pada kebaikan, yang seluruh waktu dan hidupnya hanya untuk Allah,  jangan sampai rusak dengan hal-hal sepele yang diharamkan oleh Allah, bagaimana kalau orang lain meniru pacaran, kita jadi bukan  aktivis dakwah lagi tapi aktivis pacaran, bagaimana dosa yang pacaran mengalir kepada kita karena mereka mencontoh pacaran dari  para aktivis, na’udzubillah min dzalik.

Akhwat, dakwah kita tidak akan berhasil jika di antara para aktivis tidak ada yang saling mengingatkan, malah membiarkan kemungkaran terjadi justru  dalam lingkungan dakwah. Dalam aktivitas dakwah yang sering memerlukan interaksi antara ikhwan dan akhwat, kadang sering  dilupakan oleh para aktivis dakwah tentang aturan mainnya. Saking seringnya berinteraksi hal kecil yang terlanggar jadi biasa, sehingga hal yang tadinya tabu bagi aktivis  dakwah malah jadi bumbu yang sedap.

Jadi pacarannya dibungkus seolah jadi Islami karena dilakukan orang-orang dakwah. Apalagi di zaman sekarang, handphone menjadi sarana awal untuk ‘ikhtilat’ digital dengan memanfaatkan aplikasi messanger. Pertemuan digital kadang lebih tidak terjaga, karena privasi benar. Pembicaraan yang awalnya topik dakwah berubah jadi sapaan yang tidak bermanfaat dan menjurus ke rafats (jorok). Wallahua’lam, semoga bermanfaat. []