Aksi Islamophobia di AS Meningkat Tajam

Aksi Islamophobia di AS Meningkat Tajam

0 53

ALHIKMAHCO,– Pasca tragedi di Paris, gerakan-gerakan Islamophobia terus bermunculan di Amerika Serikat (AS). Angka kekerasan terhadap muslimah, pengeboman, dan aksi vandalisme di masjid terus meningkat dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Tak ayal, beberapa masjid di AS meminta bantuan pemerintah federal dan mengerahkan sejumlah penjaga bersenjata untuk mengawasi kondisi di masjid.

Dilansir dari Worldbulletin, Rabu (30/12/2015), beberapa pekan setelah tragedi Paris, seorang pemilik toko muslim menjadi korban penganiayaan di New York. Pun, di North Dakota, beberapa oknum masyarakat membakar sebuah restoran khas Somalia.

Sebuah masjid di San Benardino turut menjadi korban Islamophobia. “Ada beberapa orang yang pergi shalat Subuh, dan menemukan grafiti di gerbang bertuliskan ‘Yesus’,” ungkap Zahid Mian, pengurus masjid tersebut.

Karena semakin gencarnya aksi Islamophobia ini, seorang ulama di Virginia, Imam Johari Abdul Malik, mencoba merangkul masyarakat setempat. Masjid di wilayahnya akhirnya membuka sebuah ruang makan bersama untuk publik di hari Thanksgiving lalu.

“Kami hanya memiliki dua pilihan: hidup dengan bebas, atau hidup dalam ketakutan,” katanya.

Ia pun memilih pilihan pertama, sebab ia mempercayai salah satu riset yang dilakukan Pew Research Center. Riset tersebut menyatakan bahwa seseorang yang mengenal seorang muslim atau komunitas muslim secara individu, akan jauh lebih memungkinkan menilai lebih positif.

Fazia Deen, seorang muslim AS pun berkomentar mengenai betapa mengerikannya situasi pasca tragedi di Paris. Terutama saat pernyataan diskriminatif Donald Trump, ia merasa pernyataan tersebut keterlaluan dan hanya meningkatkan rasa gelisah.

Di tengah konfrontasi tersebut, Deen tetap mengajak keluarganya untuk tetap menjaga keimanan mereka. “Kejadian (Islamophobia) ini pasti akan berlalu,” katanya. (Aghniya/Alhikmah/World Bulletin)