Aksi 212: Dua Kali Doa, Dua Kali Hujan Turun

Aksi 212: Dua Kali Doa, Dua Kali Hujan Turun

0 150

ALHIKMAHCO,–  Cuaca mendung dan cerah silih berganti menaungi para jamaah peserta Aksi Bela Islam III di silang Monas, Jakarta. Secara umum cuaca pada 2 Desember 2016 pagi terasa cukup sejuk. Pantauan Islamic News Agency, hujan rintik-rintik turun saat para ulama dan para peserta aksi turut menengadahkan do’a bagi sang pencipta.

Dua kali turunnya hujan itu pertama berlangsung ketika pimpinan Majelis Az-Zikra, KH. Arifin Ilham tampil ke muka panggung untuk memimpin zikir dan do’a. Di sela-sela do’a panjangnya untuk kaum muslimin Indonesia, hujan lalu turun.

Da’i yang dikenal dengan suara serak-serak basah itu pun mengharap agar hujan tersebut adalah bagian dari tanda doa-doa peserta aksi dikabulkan.

“Ya Allah rahmatMu kau turunkan untuk kami ya Allah. Hujani kami dengan rahmatMu ya Allah… Sebagai tanda harapan kami Kau ijabah, doa kami Kau ijabah, (Allahumma) shoyyiban nafi’an [Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat, red],” pintanya yang membuat lautan peserta aksi bergemuruh dan banjir air mata.

Kedua, hujan rintik-rintik kembali menyapa jamaah ketika Pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung, KH. Abdullah Gymnatsiar berdiri untuk memberikan ceramah di atas panggung utama.

Da’i yang akrab disapa Aa Gym ini membuka tausiyahnya dengan pesan agar kaum muslimin senantiasa menyucikan hati agar jauh dari sikap dan ucapan yang buruk. Selain itu, Aa Gym pun turut mengajak persatuan umat Islam Indonesia dari bahaya perpecahan, salah satunya adalah masalah khilafiyah.

Mengakhiri ceramahnya yang khas dengan pendekatan Manajemen Qalbu itu, Aa Gym turut memanjatkan doa bagi kaum muslimin dan bangsa Indonesia. Tak lama berselang, langit kembali mengucurkan hujan. Rintikan hujan itu tampak membuat para peserta syahdu.

Melihat “fenomena langit” ini, Ketua GNPF-MUI, Ustadz Bachtiar Nasir, menilai ini semua adalah karunia dari Sang Pencipta. Ia pun bertanya kepada lautan manusia di silang Monas apakah mereka semua turut merasakan jika cuaca kerap berubah: dari hujan, cerah, mendung, berangin, lalu kembali cerah. Secara umum suasana sejuk, kata Bachtiar.

“Ini semua berkah dari Allah,” ucapnya.

Hujan cukup deras akhirnya benar-benar tumpah ruah dari langit ketika jutaan massa umat Islam hendak melaksanakan shalat Jum’at. Meski demikian, para jamaah pantang meninggalkan lokasi dan tetap menggelar sholat jamaah bersama para ulama.

Dalam sholat Jum’at, Imam membacakan Qunut Nazilah untuk mendoakan kaum muslim Indonesia maupun mereka yang sedang tertindas di sejumlah negara seperti Palestina, Suriah, Libya, Afghanistan, Thailand, Rohingya, dan lain sebagainya.[]

 

 Reporter: Pizaro/INA