Akademisi Ziswaf: Ternyata Negeri Jiran Pelajari Wakaf dari Indonesia

Akademisi Ziswaf: Ternyata Negeri Jiran Pelajari Wakaf dari Indonesia

2 48

ALHIKMAHCO,– Wakaf menjadi salah satu potensi filantropi dalam Islam, selain zakat dan infaq. Di Indonesia, aset wakaf nasional saja mencapai nilai 349 triliun rupiah. Potensi besar ini semakin dikukuhkan dengan adanya Undang-undang Wakaf Nomor 41 tahun 2004 mengenai keabsahan wakaf produktif.

Menurut Editor Jurnal Nusantara Islam, Rudy Heryana, keberadaan regulasi yang mendukung dan melimpahnya potensi, membuat negara lain seperti Malaysia dan Brunei, mempelajari wakaf dari Indonesia. Pembelajaran ini kemudian ditransformasi dan dikembangkan sesuai dengan keadaan di negara tersebut.

“Bedanya dengan kita, di sana political will-nya sudah terasa dan kelembagaannya mendukung,” jelas Rudy yang juga akademisi Ziswaf dari UIN Bandung saat ditemui Alhikmah setelah Media Gathering 3rd International Islamic Philantrophy (IIP) Seminar, Senin (2/2/2015).

Potensi wakaf yang besar ini, lanjut Rudy, perlu dikondisikan dengan konsep syariah. Dalam prakteknya, Rudy menekankan perlunya diberlakukan ketentuan wakaf sesuai dengan konsep Islam. Contohnya, Rudi mengumpamakan, kebersihan niat tanpa berorientasi pada profit. Serta niat wakaf ditujukan untuk kemaslahatan umat semata.

Dalam Seminar IIP ke-3 yang digelar Selasa-Kamis (3-5/03/2015) di Hotel Golden Flower – Bandung, Rudy sendiri mengaku menjadi moderator untuk materi “Fiqh Maqasid Syariah Wakaf di Asia Tenggara”. Materi tersebut membahas mengenai cara mendermakan harta melalui lembaga ZISWAF sesuai dengan syariah Islam.

“Semoga (acara tersebut) bisa mengembangkan paradigma berpikir tentang wakaf,” harapnya. (Aghniya/Alhikmah)