Ahok Sebut Tidak Bahaya Konsumsi Miras, Ini Bantahan Telak Ketua GeNAM

Ahok Sebut Tidak Bahaya Konsumsi Miras, Ini Bantahan Telak Ketua GeNAM

0 47

ALHIKMAH.CO,– Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) Fahira Idris mengecam keras pendapat Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau Ahok yang menganggap tidak ada salah dan bahayanya masyarakat mengonsumsi minuman keras (miras).

“Salahnya bir banyak, bahkan sangat banyak,” tukas Fahira, di Jakarta (07/04/2015).

“Apa dasar dia bilang mengosumsi bir tidak masalah? Tunjukkan pada saya bila ada penelitian yang menyimpulkan meminum bir tidak berbahaya,” lanjutnya terheran-heran.

Fahira mengatakan, anggapan bahwa jika bir dikonsumsi dalam dosis wajar akan dapat bermanfaat bagi kesehatan adalah mitos belaka. Faktanya, lanjut Fahira, bir sama berbahayanya dengan anggur (wine) atau vodka, karena mengandung banyak komposit berbahaya yang diproses dari hasil fermentasi.

Komposit yang beracun (biasanya fermentasi limbah) ini, jelas Fahira, meliputi Aldehida, minyak Fusel, Metanol, Eter dan sebagainya. Aldehid, lanjut Fahira, adalah bahan kimia yang diproduksi oleh mikroorganisme yang jika dikonsumsi mengganggu sistem tubuh seseorang. Sedangkan minyak Fusel itu campuran Propil, Isopropil, dan Alkohol rantai lurus dan bercabang dan seringnya beracun. Minyak Fusel ini jika dikomsumsi membuat tidak enak badan seperti mabuk setelah diminum. Sementara Eter adalah zat yang mudah terbakar makanya sering digunakan untuk penambah bahan bakar dan juga dipakai sebagai obat bius medis.

“Itulah zat-zat yang dibilang Ahok tidak berbahaya? Silahkan nilai sendiri,” lanjut Fahira.

Wakil Ketua Komite III DPD-RI ini juga berpendapat yang paling bahaya dari bir adalah efek ketergantungan yang membuat kecanduan. Menurutnya, orang yang sudah kecanduan pasti mengalami gangguan psikologis yang berat sampai anosognosia atau membuat orang lepas kontrol.

“Apa yang saya sampaikan ini ilmiah dan hasil penelitian, bukan asal ngomong seperti Gubernur Jakarta yang pemberani itu,” sindir Wakil Ketua Komite III DPD yang salah satu lingkup tugasnya bidang kesehatan juga.

Ahok, kata Fahira, sebaiknya lebih banyak membaca buku agar referensinya tentang miras lebih lengkap dan ilmiah bukan berdasarkan mitos atau pengalaman pribadi. Memang tidak ada orang yang langsung mati sehabis minum bir, tetapi dalam jangka panjang bukan hanya merusak tubuh tetapi juga otak dan akhirnya mati.

“Kalau Pak Ahok merasa dia minum bir dan tidak apa-apa itu urusan dia. Tetapi jangan lakukan pembohongan publik kalau bir tidak berbahaya.” tukas senator asal Jakarta ini.

Dijelaskan kembali, bir itu mengandung banyak karbondioksida yang cepat masuk ke dalam darah dan menyebabkan masalah pembuluh darah termasuk kemampuan kerja jantung. Resiko terbesar itu kanker usus besar. Paling bahaya kalau remaja yang mengonsuminya karena efeknya akan sangat cepat menghancurkan sel-sel otak.

Alasan Ahok lainnya yang menyatakan pelarangan peredaran miras akan memicu maraknya miras oplosan dan miras illegal, sehingga menakut-nakuti publik kalau Jakarta akan bisa seperti Amerika saat dikuasai mafia-mafia penjual miras, dinilai Fahira mengada-ngada. “Justru fungsinya gubernur itu disitu. Mencegah miras oplosan atau illegal. Ahok kan pemberani. Kalau tidak berani, ya jadi warga biasa aja,” tandasnya. (pnurullah/alhikmah/rilis)