Aher: Zakat Retas Kemiskinan dan Kembangkan Ekonomi Bangsa

Aher: Zakat Retas Kemiskinan dan Kembangkan Ekonomi Bangsa

0 35
Aher

ALHIKMAH.CO – Dalam sambutan acara peringatan Hari Zakat Nasional, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan tidak ada keraguan untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari cara umat muslim mengentaskan kemiskinan, pengangguran, dan mengembangkan perekonomian bangsa Indonesia.

“Berdasarkan hitung-hitungan potensi zakat di Indonesia sekitar 200 Triliun rupiah, dan jika dihitung Jawa Barat punya potensi lebih banyak yaitu 17 Triliun rupiah,” ungkap Aher di Masjid Al Muttaqien Gedung Sate Pusat Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Selasa (14/07/2015),

“Pada zaman Umar Bin Abdul Azis, zakat adalah instrumen negara dalam rangka memajukan perekonomian dan pengetasan kemiskinan,” tegasnya.

Jamaah Masjid Al Muttaqin
peserta buka bersama 500 anak yatim di masjid al muttaqin

Menurut Aher, fungsi zakat saat ini sama dengan fungsinya pada masa-masa lalu, sehingga bagaimana kita menyadarkan masyarakat untuk berzakat pada lembaga yang ada, baik itu Baznaz maupun LAZ.

Insha Allah semakin kita terus bergerak, berdakwah, dan terus mensosialisasikan kewajiban zakat bagi masyarakat kita yang sudah mencapai nisab sehingga disebut muzzaki, maka insha Allah berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat kita sebagian dapat ditangani melalui zakat,” kata Aher.

“Manakala seseorang berzakat, sama dengan mengembangkan uangnya lebih banyak lagi, kalau matematika Allah itu berkali lipat. Ternyata dengan satu rupiah zakat akan diganti 700 kali rupiah, kalau zakatnya 1 juta dengan tingkat keikhlasannya tinggi untuk mencapai ridho Allah, maka Allah akan mengganti 700 kali lipat,” ujar Aher memotivasi.

Mengurai Potensi Zakat

Di tempat yang sama, Ketua Baznas Jabar, Arif Ramdhani mengurai potensi zakat, khususnya di jabar. Pengumpulan zakat di Jabar mengalami kenaikan rata-rata 20-30% tahun 2015 ini.

“Tahun 2014 lalu, Baznas  Jawa Barat dalam satu tahun dapat mengumpulkan 960 juta rupiah, dan sekarang sejak tahun 2015 kita setiap bulan dari PNS provinsi saja bisa terkumpul 880 juta rupiah setiap bulan, belum dari yang lain seperti perusahaan-perusahaan sudah mulai memberikan kepercayaan kepada kita, jadi optimis akan naik terus,” kata Arif.

Arif Ramdani
Arif Ramdhani

Menurut Arif, ada dua cara mendistribusikan zakat. Pertama  dalam bentuk santunan bagi mereka yang sudah tidak bisa diberdayakan, dalam kondisi darurat atau bencana. Kedua, pendistribusian dalam bentuk pemberdayaan, bagi orang-orang yang masih memiliki potensi. Yaitu dengan memberikan modal, pelatihan, skill, pengetahuan, dan pendampingan, sehingga secara ekonomi mereka bisa meningkat.

“Karena kalau zakat hanya diberikan dalam bentuk santunan saja, hanya akan menjadi solusi sementara, dan akan habis begitu saja, seperti kita menabur garam di laut. Maka kenapa kaum muslimin itu sangat penting menitipkan zakatnya pada Lembaga Zakat, atau badan amil zakat supaya kita bisa mengelola zakat ini dan bisa memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat yang tidak mampu,” tandas Arif. (Dita/ed.pnurullah/Alhikmah)