Advokat yang Sukses Berwirausaha

Advokat yang Sukses Berwirausaha

0 189

Lismayanti (Tarhamna Boutiqe Exclusive)

 

          Karyawan yang keluar kerja lantas memilih berwirausaha? Itu sudah biasa. Namun apa jadinya kalau ada advokat yang menekuni dunia wirausaha? Ini baru luar biasa. Dan itu dilakukan oleh seorang perempuan bernama Lismayanti. Perempuan asal Bandung ini adalah advokat yang juga aktif berwirausaha khususnya fashion.

“Advokat yang berjiwa seni, ya seniman yang berjiwa advokat,” kata Lismayanti saat berbincang dengan Alhikmah di salah satu butik miliknya di jalan Andir No. 12 Bandung.

Lismayanti mengaku bahwa saat ini dirinya masih aktif bekerja pada sebuah kantor hukum di Bandung. Baginya dunia wirausaha, khususnya fashion, adalah salah satu cara dirinya untuk menyeimbangkan kehidupannya. Tidak jarang dunia hukum, yang penuh intrik, memberikan tekanan tersendiri pada Lismayanti.

“Dunia fashionlah di mana saya menyegarkan kembali diri saya dari hal-hal tersebut. Dengan berkecimpung dalam dunia ini keseimbangan hidup saya bisa terjaga,” ungkap Lismayanti.

Seperti perempuan pada umumnya, Lismayanti telah mengenal dunia fashion semenjak kecil. Namun saat itu dirinya mengaku hanya sebatas penikmat atau pemakai. Tidak ada keinginan dalam dirinya untuk menciptakan produk-produk fashion tertentu.

Ketika kuliah di jurusan hukum pun, ia merasakan hal serupa. Namun, kali ini dirinya memberanikan diri untuk menjadi penjual ragam produk fashion kepada orang-orang di sekitarnya. Dirinya menjadi ‘sales tidak tetap’ produk-prouk fashion yang kala itu banyak beredar di masyarakat.

“Mungkin dari sana jiwa wirausaha saya terpupuk,” ucap Lisma.

Dengan menjual pelbagai produk fashion itu Lisma mengaku banyak menerima keuntungan. Tidak hanya bersifat materi saja, paling penting adalah ia belajar arti penting dunia wirausaha dan membentuk jaringan serta tali silaturahim dengan banyak orang.

“Pelajaran itulah yang saya ambil dari dunia wirausaha,” tambahnya.

Makanya Lisma sangat menikmati pekerjaan sampingannya itu. Namun pada akhirnya kenikmatan itu harus tersita ketiak Lisma aktif di dunia hukum lantas menikah. Lama kelamaan rutinitas pekerjaannya terasa sedikit menyesakkan. Lisma pun berpikir bahwa dirinya harus mencari tantangan baru yang bisa menyegarkan pikirannya setiap hari.

“Alhamdulillah, untungnya saya dan suami sama-sama suka hal-hal yang berbau seni. Ketika membicarakan hal ini, kami sepakat untuk membuat sebuah produk fashion,” tukas Lisma.

Produk fashion yang tidak biasa dan banyak berkembang di pasaran. Lisma ingin produknya tergolong eksklusif. Bukan tanpa alasan, orang-orang biasanya tidak ingin memakai pakaian yang banyak di pasaran. Tetapi menginginkan sesuatu hal yang ekslusif atau bahkan limited.

Makanya pada tahun 2008-an Lismayanti merajut mimpinya dengan membangun usaha dengan merek Tarhamna. Fokus pada produk-produk fashion ekslusif.

“Pada mulanya saya khawatir bahwa apa yang saya lakukan ini hanyalah sia-sia belaka. Pasalnya saya tidak ada latar belakang orang yang tahu banyak fashion,”

Namun, Lisma mencoba untuk tidak menyerah. Setiap hari di sela kesibukannya sebagai advokat, Lisma belajar soal pola dan kain kepada para tukang jahit. Tidak hanya itu ia pun belajar soal wirausaha dan tata cara pemasaran suatu produk.

“Dunia advokat dan wirausaha memang memiliki perbedaan. Tapi satu yang sama, semuanya harus dilakukan dengan kerja keras dan pantang menyerah,” tegas Lisma.

Semenjak membuka usaha, Lisma sudah memantapkan dirinya agar produk-produk yang diciptakan olehnya berbeda dengan yang lain. Sebisa mungkin terasa segar dan ekslusif. Lisma sangat mengutamakan kepuasan para customer-nya. Makanya janganlah heran apabila satu model pakaian hanya dibuat paling banyak itu hanya 3-5 buah saja. Tidak lebih. Selain pakaian Muslim, Lisma juga membuat pakaian-pakaian lain seperti baju pesta sebagai variasi karya ciptaannya.

Tidak hanya itu Lisma juga menerima ide pola pakaian dari para pelanggannya. Ia menjahitkan ide tersebut hingga menjadi sebuah pakaian yang unik dan eksklusif. Hal inilah yang membuat para konsumen selalu memburu produk-produk yang dikeluarkan oleh Tarhamna. Lisma sendiri tidak menyangka bahwa produknya bisa laris manis. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Lisma pun banyak merekrut pegawai dan tenaga ahli dalam membantunya menciptakan suatu produk.

Tidak hanya itu, Lisma pun membuka banyak cabang untuk memasarkan produk-produk pakaiannya hingga Jakarta lalu merambah pulau Jawa seperti Lampung. Lantaran hal ini pula dalam ajang The Winner Indonesia Award 2012, Tarhamna diganjar penghargaan sebagai Best Brand Product, karena dinilai memiliki prestasi lebih, khususnya, menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat.

“Jika ditanya enak menjadi advokat atau wirausaha saya jawab saya enak di dua dunia tersebut. Bagi saya advokat dan wirausaha adalah dua sisi mata uang. Semuanya memberikan nilai dan warna dalam kehidupan saya. Paling penting di mana pun kita berada semuanya harus dijalani dengan senang hati dan kerja keras,” kata Lisma mantap.

Makanya Lisma mengatakan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan dua dunia yang selama ini telah membesarkan namanya. Ia malah semakin mantap menjalani kedua dunia yang bertolak belakang tersebut secara bersama-sama. Patut kita contoh!

(Ferry Fauzi Hermawan)