Adnin Armas Sebut Kriteria Radikal Versi BNPT Masih Belum Jelas

Adnin Armas Sebut Kriteria Radikal Versi BNPT Masih Belum Jelas

0 38
pict.fb

ALHIKMAH.CO,– Meski medianya tidak ikut diblokir, Pemred Majalah Gontor Adnin Armas turut hadir di audiensi jajak pendapat bersama Komisi I DPR RI, Rabu (01/04/2015). Tujuannya untuk meminta klarifikasi terkait pemblokiran beberapa situs yang dianggap radikal oleh Kemenkominfo.

Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Adnin Armas menilai istilah radikal yang dipakai BNPT keliru. Ia mencontohkan, di antara empat kriteria lainnya ada poin “mengkafirkan orang lain” sebagai salah satu kriteria radikal versi BNPT.

“Jika hanya mengafirkan orang lain disebut radikal, sama saja BNPT menuduh Rasulullah radikal,” ujarnya dalam rapat audiensi terkait pemblokiran situs-situs Islam.

Padahal, imbuhnya, istilah kafir adalah istilah yang ada dalam Al Qur’an dan memiliki implikasi hukum fiqih.

Adnin mengimbau, baik BNPT dan Kemenkominfo mestinya mengajak MUI dan ulama-ulama Indonesia guna menentukan kriteria radikal yang bisa dipertanggungjawabkan. “Jangan-jangan kalau indikatornya tidak jelas, nanti partai Islam juga ikut dituduh radikal,” tandasnya.(pnurullah/alhikmah)