Mimbar Inspirasi Al Hikmah Bahas Persiapan Diri dan Keluarga Sambut Ramadhan

Mimbar Inspirasi Al Hikmah Bahas Persiapan Diri dan Keluarga Sambut Ramadhan

0 86
User comments

ALHIKMAH.CO,– Bulan Ramadhan kian dekat, Rasulullah Saw., menganjurkan agar umat muslim bersiap diri, baik fisik dan ruhaninya. Pelbagai hal yang bisa dipersiapkan, seperti yang diungkapkan beberapa patah nasehat dari keempat pemateri yang hadir di acara Mimbar Inspirasi Alhikmah.

Ustadz Budi Prayitno mengatakan, Bulan Ramadhan adalah bulan kebahagiaan, karenanya perlu dipersiapkan dengan baik, agar kebahagiaannya terasa saat menjalankan.

“Misalnya, bagaimana menyiapkan diri secara fisik, periksa ke dokter barangkali ada gangguan kesehatan, menyiapkan pola makan yang sehat,” ujar Ustadz Budi di hadapan sekira dua ribu jamaah yang memadati Aula Bale Asri Masjid Pusdai-Bandung, Selasa (26/05/2015).

Selain itu, imbuh Ustadz Budi, kita juga perlu memiliki target Ramadhan, canangkan saja ingin mencapai hal baik apa, misalkan khatam juz, atau hafidz quran, atau tamat shalat tarawih.

Menurut Ustadz Budi, dalam mempersiapkan Ramadhan, masih saja ada yang salah kaprah. Misalnya terlalu repot untuk urusan duniawi, memikirkan baju lebaran, mudik, atau menu makanan. Padahal Ustadz Budi mengatakan seharunya bukan itu. Makanan tidak berlebih, bukan sebagai balas dendam, yang penting target peningkatan ruhiyah.

Sementara itu, mengenai amalan sunnah, menjelang ramadhan ini Ustadz budi menganjurkan agar melakukan ibadah sunnah di bulan Syaban.ia mencontohkan seperti, shaum sunnat, tadarus, dzikir. Khusus untuk shaum, Rasulullah mencontohkan sampai pertengahan syaban saja. Kecuali bayar utang untuk kaum hawa, ya itu harus beres sebelum ramadhan, katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Bandung, KH Miftah Faridl yang juga datang sebagai pembicara sempat menyinggung Qiyamul Lail. “Qiyamul lail itu terdiri dari tahajud dan witir, atau Qiyamul lail itu terdiri dari tarawih dan witir, jadi sama sebetulnya. Kalau sudah tarawih dan witir itu sudah Qiyamul lail,” ungkap Kyai Miftah.

“Witir itu penutup shalat malam, tapi bukan penutup shalat di waktu malam. Setelah witir mau istikharah, syukur wudhu, tidak masalah, Yang jadi masalah sudah witir, terus tahajud lagi. Ambil saja yang tidak diperdebatkan,” lanjutnya menyarankan.

Menambahkan, Dewan Pembina Majelis Taklim Al-Amanah Bandung, Hj. Fatimah Alvapo juga menyarankan ketika buka puasa nanti, agar fit buka dengan makanan dan minuman yang secukupnya. Begitu juga dengan sahur, boleh ditambah dengan vitamin.

“Ini makanya kenapa shaum menyehatkan, karena siangnya tidak makan, sementara ketika buka juga tidak terlalu banyak,” ungkap Ceu Empet, sapaan akrabnya.

Begitu juga dengan Ustadzah Mimin yang dikenal sebagai pengampu rubrik Konsultasi Curhatmu di Tabloid Alhikmah berbicara seputar tema kajian. Ia mengatakan agar keluarga benar-benar memberikan pondasi yang kuat juga kepada anak-anaknya untuk melaksanakan shaum Ramadhan, memberikan pengertian bila anaknya masih kecil, namun kata ummi Mimin, jangan terlalu dipaksakan. (pnurullah/alhikmah)