Menteri ESDM 2015-2016 Bicara Pembangunan Desa

Menteri ESDM 2015-2016 Bicara Pembangunan Desa

0 55

ALHIKMAHCO,– Menteri ESDM 2015-2016 cum Inisiator Institut Harkat Negeri, Sudirman Said menjadi salah satu pemateri dalam acara Workshop “Lumbung Desa Memanggil” yang diadakan Sinergi Foundation pada 13-16 April 2017 di Hotel Dewi Asri Tasikmalaya.

Dalam kesempatan tersebut, ia akan membahas terkait pembangunan di desa. Fokusnya, yang dibahas adalah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa di tengah gempuran dinamika global dewasa ini. Sebab, faktanya, kini banyak masyarakat desa masih jauh tertinggal karena pembangunan yang terpusat di kota, yang imbasnya pada kualitas hidup yang belum terjamin.

Tak hanya Sudirman Said, Erie Sudewo (Social Innovator, Peraih Penghargaan Social Entrepreneur dari Ernst & Young, Tokoh Zakat Nasional) pun hadir dalam acara ini. Ia akan menjelaskan konsep lumbung desa, yang menjadi ejawantah pembangunan dan kemandirian di desa.

Lalu, Nizar Suhendra sebagai Pakar Community Development dan Ahli Public Policy hendak mengulas kepemimpinan dan kepeloporan pemuda desa yang menjadi tonggak berkembangnya suatu desa dan potensi di dalamnya.

Ada banyak lagi pemateri kompeten yang hadir, seperti TO Suprapto (Founder Kawasan Pertanian Terpadu ‘Joglo Tani’),  M Ikhsan Loulembah (Mantan anggota DPD RI, Pakar Desentralisasi, Ahli Komunikasi, dan Aktivis), Abdul Wahab (Praktisi Pertanian, Ahli Nutrisi Tanaman), dan Baban Sarbana (Founder Kampung Wisata Zimba).

“Tujuan diadakannya workshop ini adalah guna mengembalikan desa pada khittah-nya sebagai sumber pangan, dan memaksimalkan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki,” kata CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia.

Lumbung Desa sendiri merupakan salah satu program di lembaga sosial tersebut. Ini merupakan gagasan yang diinisiasi Sinergi Foundation sebagai bagian dari upaya mengembalikan desa sebagai sumber pangan Indonesia. Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di Tanah Air.

“Lumbung Desa Program ini juga diharap mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani. Cita-citanya adalah mewujudkan desa berdaulat yang dibangun petani bermartabat, sebagai sumber pangan dan kearifan lokal negeri tercinta,” lanjutnya.

Saat ini sudah dua lokasi yang menjadi pilot project program Lumbung Desa. Yang pertama di Kampung Cibaeud, Desa Lengkong Jaya, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya. Sementara yang kedua di Desa Kiara Sari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Sinergi Foundation berencana memperluas program ini hingga ke seluruh Indonesia. [rilis]