Mendatangkan Cinta Allah dengan Menangis?

Mendatangkan Cinta Allah dengan Menangis?

0 140

ALHIKMAHCO,– Kajian rutin MT Siti Hajar membahas mengenai “Tangisan dalam Perspektif Al Qur’an”, Kamis (13/4/2017). Materi yang disampaikan di Masjid Al Murabbi diulas oleh salah satu dai tersohor Bandung, Ustaz Aam Amirudin.

Menurutnya, menangis ketika sedih adalah ciri psikis intelektual seseorang saat sehat, sebagaimana seseorang tertawa ketika bahagia. Al Quran sendiri, kata Ustaz Aam, mengklasifikasikan menangis berdasarkan sejauh mana perilaku lahiriah manusia ini mendatangkan cinta Allah.

“Ada empat macam tangisan yang bisa mendatangkan cinta Allah,” katanya.

Pertama, menangis karena sangat khusyuk saat beribadah. Hal ini tertera dalam QS Al Isra: 109 yang menyebut, “Dan mereka menyungkurkan  wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.”

Kedua, ia melanjutkan, menangis karena tadabbur, yang tersebut dalam QS Al Maidah: 83, “Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al Qur’an) yang diturunkan kepada Rasulullah, kamu lihat merka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui,”

Ustaz Aam menuturkan, salah satu cara untuk bertadabbur adalah dengan membaca kitab suci. Tentu menurutnya, tak sekadar membaca namun juga berupaya memahami maknanya.

Ketiga, menangis karena insaf dan memohon taubat pada-Nya. Ustaz Aam mafhum, manusia itu makhluk yang tidak lepas dari dosa yang sengaja maupun tidak disengaja. Namun jika bertaubat dengan tulus dan mengharap ampunan Allah, Dia pasti akan memberikannya.

Ia mengutip QS Az Zumar: 53, “Katakanlah, “Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Ustaz Aam menjelaskan, jangan sampai seorang muslim menjadi pendosa. Seorang pendosa, katanya, selalu meremehkan dosa padahal sebab itu ia bisa celaka. Kemudian, seorang pendosa kerap menangguhkan taubat.

Jenis terakhir, keempat, menangis karena belum bisa bersyukur. Dan kategori ini, katanya tercantum di seluruh surat Ar Rahman. “Orang shaleh beribadah bukan karena ingin surga atau takut neraka, tapi ingin bersyukur atas segala nikmat yg Allah berikan,” pungkasnya. (ujohn/ed.agh/alhikmah)