Founder Komunitas Picu-Pacu: Kreativitas sebagai Sarana Menyebarkan Kebaikan

Founder Komunitas Picu-Pacu: Kreativitas sebagai Sarana Menyebarkan Kebaikan

0 59

ALHIKMAHCO,– Kreativitas harus didasarkan dengan niat dan cara yang baik agar menghasilkan kebaikan. Demikian sepenggal pendapat yang disampaikan pakar kreativitas, Andi Yudha Asfandiyar di perhelatan Workshop bertajuk The Power of Creativity yang digagas Trees Synergi.

“Ketika berkreasi, janganlah menjadikan uang sebagai tujuan. Bulatkan niat yang tulus saat berkarya,” kata Kak Andi, sapaan karibnya, di Auditorium Museum Geologi Bandung, Sabtu (11/3/2017).

“Setelah dieksekusi ternyata bagus dan banyak yang tertarik membeli karya kita, itu adalah profit lebih,” lanjutnya.

Bagi Kak Andi, kreativitas adalah semangat hidup. Upaya melibatkan pikiran dan hati guna menghasilkan ide-ide baru, kebaikan-kebaikan baru. Hal tersebut ditunjukkan untuk kebermanfaatan yang lebih besar, baik untuk dirinya ataupun orang lain.

“Namun, ketika ide ditujukan untuk hal-hal yang bersifat destruktif dan tidak benar, itu bukanlah kreativitas,” ucap pendiri Komunitas Picu Pacu ini.

Sebagai pegiat pemerhati anak, Kak Andi berpendapat, sebetulnya proses pembelajaran kreativitas telah terasah semenjak masa kanak-kanak. Itu sebabnya, orang dewasa tidak boleh memberikan stigma negatif dan menyetir pola pikir anak terkait sesuatu.

“Orang dewasa perlu mengasah kepekaan terhadap perilaku anak agar memahami pikiran dan tindakan yang dilakukan mereka,” kata Kak Andi.

Menurutnya, ada kalanya bakat pada seorang anak diperoleh dengan proses latihan yang panjang. Misalkan dengan melibatkan kegiatan membaca, belajar, otak, hati, keberanian, dan disiplin. Nantinya inilah yang akan mengasah sensibilitas terhadap sekitar dan memunculkan ide.

“Kebebasan anak dalam berekspresi tidak boleh dilarang atau dinilai negatif karena dapat memengaruhi psikologisnya,” lanjut Kak Andi.

“Ide yang muncul harus diikat. Jika perlu, membawa catatan atau memanfaatkan ponsel sebagai sarana menyimpan ide. Bisa dengan merekam dan memotretnya,” tandasnya. (Nurma/ed.pn/Alhikmah)