Cerita Arcandra Tahar Sang Guru Ngaji di Paman Sam

Cerita Arcandra Tahar Sang Guru Ngaji di Paman Sam

0 112

ALHIKMAH.CO,– Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat 1970 ini adalah ahli perminyakan yang telah memiliki tiga hak paten di bidang pengembangan migas lepas pantai. Dialah Arcandra Tahar, pria lulusan S1 Teknik Mesin ITB, dan menyelesaikan S2 dan S3 di di Texas A&M University Ocean Engineering, kini menjabat sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Ia tak banyak dikenal masyarakat Indonesia lantaran tinggal dan berkiprah di Amerika Serikat. Pria berusia 45 tahun ini melanglang buana di Negeri Paman Sam selama kurang lebih 20 tahun.

Sejumlah jabatan mentereng pernah diemban Arcandra. Ia pernah menjadi Principal Horton Wison Deepwater Inc sejak Oktober 2009 hingga Oktober 2013. Juga pernah bekerja di AGR Deepwater Development System Inc, di Hydrodynamics Lead Floa TEC LLC, dan berbagai perusahaan internasional lainnya. Terakhir, ia menjabat sebagai Presdir Petroneering, perusahaan konsultan migas yang berkedudukan di Houstun, Texas, Amerika.

Tak dapat disangka, di tengah kesibukan pekerjaannya di Amerika, sosok yang dikenal sederhana ini juga aktif berdakwah secara rutin dengan mengajar ngaji. Yaitu Islamic Family Academy (IFA) Houston adalah organisasi yang digagas komunitas muslim di Amerika Serikat sejak tahun 2006 dan Arcandra menjadi salah satu penggagasnya.

“Awalnya saya dan suami memikirkan pendidikan agama anak-anak, karena ingin mengajarkan pendidikan agama yang saya dapat di Indonesia dulu, yang waktu itu belum ada di sana,” ungkap Fauline, istri Achandra Tahar saat lawatannya ke ITB Bandung beberapa hari yang lalu.

“Pertama kita ngajar anak-anak sendiri dulu. Lalu punya teman yang memiliki anak sebaya, saya ajak untuk ikut. Habis itu dua keluarga, tiga keluarga, dan lama-kelamaan semakin banyak,” lanjutnya mengenang.

Fauline juga menceritakan, proses belajar mengaji yang berawal di rumahnya itu kemudian semakin hari semakin banyak keluarga muslim yang ikut bergabung. Akhirnya proses pembelajaran dipindakan ke masjid terdekat.

Alhamdulillah karena dekat rumah ada masjid akhirnya belajarnya pindah ke masjid. Keluarga muslim yang ikut belajar beragam, bukan cuma dari Indonesia tapi Singapura dan Malaysia,” jelasnya kepada Alhikmah di waktu senggangnya.

Selain mengaji, imbuh Fauline, mereka juga memberikan pelajaran tentang pendidikan agama Islam. Untuk pekerjaan yang ini, mereka dibantu oleh para relawan.

IFA ini kemudian menjelma menjadi lembaga yang aktif melayani bimbingan ibadah dan keislaman. Diakui Fauline saban Sabtu pun dijadikan sebagai hari keluarga belajar agama. Ia dan suami mengajar ngaji dan memberikan kajian tentang Islam bukan kepada anak-anak saja, tapi pada ibu dan bapaknya juga.

“Semua keluarga terlibat, karena orientasinya bukan hanya untuk anak,” terang Fauline.

Ia berpendapat, jika orang tua ingin mengajarkan pendidikan agama kepada anak-anaknya, orang tua itu mesti memiliki ilmu agar bisa diterapkan di kehidupan keseharian. Karenanya mereka juga perlu mengikuti kajian keislaman, sekadar berbagi ilmu bersama.

Fauline juga menceritakan antusiasme anggota IFA dalam mengikuti kajian sangat baik. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari dakwah suaminya, Arcandra di Amerika.

“Selain mengajar ngaji, di Amerika Bapak aktif di organisasi Insan dan sebagai anggota ICMI juga,” pungkasnya. (dita/alhikmah).