Trainer Cacan Somantri Ajak Jamaah Back To Insan Mulia

Trainer Cacan Somantri Ajak Jamaah Back To Insan Mulia

0 127

ALHIKMAHCO,– Trainer Cacan Somantri Agis menekankan pentingnya seorang mukmin untuk kembali menjadi insan mulia. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam kajian sepekan yang diadakan Gerakan Muslimat Indonesia (GMI) di Bale Asri Pusdai, Rabu (8/6/2016).

Menurutnya, pada dasarnya, setiap manusia sudah diciptakan dalam keadaan yang mulia. Ia menyitir QS At Tin ayat 4, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Namun, potensi kemuliaan tersebut harus dilejitkan kembali.

Penulis buku ‘Back To Insan Mulia Kesempurnaan Dalam Melejitkan Prestasi’ ini mengatakan bahwa menjadi insan mulia dimulai dari ikhtiar yang dikuatkan melalui keyakinan diri setiap manusia. Selanjutnya, barulah muncul proses kerjasama dan potensi untuk mencapai hakikat kemuliaan itu.

Ia melanjutkan, insan mulia memiliki ciri khusus yang menaunginya. Diantaranya, ia selalu enerjik dan semangat dimanapun dan kapanpun dirinya berada. Selain itu, insan mulia adalah orang yang selalu berpikir logis, yaitu bisa memisahkan haq dan batil berdasarkan Al Quran.

“Ia juga sosok yang kreatif, berpikiran luas, dan memiliki perasaan empatik terhadap sesama. Yaitu senang melihat orang lain bahagia dan sedih melihat kesengsaraan saudaranya. Insan mulia juga sosok yang senang berbagi dan mampu menyesuaikan diri dengan zaman serta lingkungan,” terangnya.

Cacan menyebutkan, insan mulia juga ialah sosok yang jujur, bertanggungjawab, dan bisa kembali ke jalan yang benar ketika berbuat salah. Dengan sifatnya itu, Allah memberikan pintu ampunan yang maha luas.

Ia mengutip QS Az Zumar 53-54, “Ayat tersebut menerangkan bahwa Allah mengampuni setiap dosa bagi siapa saja yang bertaubat dan kembali pada-Nya, walaupun dosa tersebut amat banyak.” katanya.

“Terakhir, sifat yang harus dimiliki seorang insan mulia adalah istiqomah berada di jalan-Nya, seperti tercantum dalam QS Fushilat ayat 30,” pungkasnya. (Dita/ed. cnaya/Alhikmah)