Ini Rahasia Masjid Jogokariyan Ramai di Setiap waktu Shalatnya

Ini Rahasia Masjid Jogokariyan Ramai di Setiap waktu Shalatnya

0 434

ALHIKMAHCO,– Semaraknya masyarakat berjamaah di Masjid Jogokariyan tak terlepas dari penguatan rantai keorganisasian di masing-masing lini usia. Termasuk membiasakan anak-anak kecil berada di masjid.

Setidaknya dua strategi itulah yang dilakukan Pengurus Masjid Jogokariyan untuk menimbulkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap masjid. Demikian disampaikan Pembina Remaja Masjid Jogokariyan Enggar Haryo Panggalih.

“Yang paling ditekankan di sini memang rantai kaderisasinya. Karena ketika rantai kaderisasi kuat, insyallah masjid penuh terus,” ucap Galih, sapaan karibnya, Sabtu (12/12/2015).

“Kita rantai kaderisasinya saling menyambung. Dari pra-TK umur 4 tahun sampai bapak-bapak umur 70 tahun ke atas, ada wadah keorganisasiannya sendiri,” lanjutnya.

IMG_0625
Pembina Remaja Masjid Jogokariyan Enggar Haryo Panggalih/alhikmah.

Galih menjelaskan, masanya anak-anak dari pra-TK – kelas 6 SD, diikat dengan keorganisasian Himpunan Anak Masjid (HAMAS) Jogokariyan. Lalu, kelas 1 SMP sampai 2 SMA, ada yang namanya Pengurus Hamas. Teman-teman ini yang kata Galih bertugas mengurusi pengajian adik-adiknya. Untuk kelas 3 SMA – Pra Nikah, dibuatkan keorganisasian Remaja Masjid Jogokariyan.

“Jadi lingkupnya remaja lebih luas. Setelah menikah, biasanya kan kaderisasi terputus. Karena itu kita bentuk Keluarga Alumni Remaja Masjid (Kurma) dan untuk akhwatnya Ummida. Semua ini kita rangkum dalam kepengurusan Takmir Jogokariyan,” jelas Galih.

Hal seperti ini, diakui Galih efektif memutus gap antara anak-anak dengan remaja, anak muda, dan dewasa. “Semua tidak canggung untuk bercengkrama. Itu yang dibangun. Sehingga ketika ingin melakukan kegiatan, satu sama lain saling mendukung,” tandasnya.

Menambahkan, selain tantangan regenarasi, permasalahan kualitas ruhiyah jamaah menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Jangan sampai sibuk mengadakan acara tapi ruhiyahnya kering. Demikian sepenggal pendapat yang diungkapkan Ketua Takmir Jogokariyan Ustaz Muhammad Fanni Rahman.

IMG_20150620_153248
Ketua Takmir Jogokariyan Ustaz Muhammad Fanni Rahman/pribadi/alhikmah

“Makanya kita membangun tagline bersama-sama makmurkan masjid. Ini menjadi tanggungjawab kita. Bahwa perkembangan masjid jogokariyan itu bukan karena figuritas, tidak ada figur itu tidak jalan, jangan seperti itu. Dengan tagline tersebut, diharapkan menjadi satu kepemilikkan bersama, semua bisa berperan,” ungkap Ustaz Fanni.

“Keberjalanan dakwah di Jogokariyan dijalankan oleh sistem. Kita membangun sistem tersebut agar dakwah di sini berlanjut. Dakwah ini tidak bisa diusung satu orang. Walaupun pekerjaannya kebersihan, itu penting, itu juga bagian dari sistem dakwah yang harus dibangun,” tandasnya. (nurull/alhikmah)