Hanya Kepada Allah, Tempat Meminta Pertolongan

Hanya Kepada Allah, Tempat Meminta Pertolongan

0 2209

DARI Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Jagalah Allah niscaya dia akan menjaga dan kamu akan mendapati Dia ada di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, minta tolong jugalah kepada Allah,” (HR. Tirmdizi).

Dari hadits di atas, Rasulullah Saw., memerintahkan kepada segenap umat Islam, bila beramal harus didasarkan pada ketaatan kepadaNya, sehingga Allah tidak memandang kamu sebagai orang yang menyalahi perintahNya. Dengan begitu, niscaya kamu akan mendapati Allah menjadi penolongmu di saat situasi yang sulit sekalipun.

Kalimat “jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, minta tolong jugalah kepada Allah” memberikan petunjuk agar setiap hamba bertawakkal kepada Allah. Tidak bertuhan selain kepada-Nya, tidak menggantungkan nasib kepada apapun dan siapa pun. [i]

Berserah diri kepada Allah, dapat diartikan dengan mengakui ketidakmampuan manusia. Menyembah Allah bukan hanya dibuktikan dengan melakukan salat, tetapi juga menjadikan Dia sebagai satu-satunya tempat bergantung dan meminta pertolongan. Allah SWT berfirman : Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan . QS. al- Fatihah [1]: 5). [ii]

Menyimak lafadz ayat di atas, kata nasta’inu merupakan kata perintah dari akar kata ista’inu, yang artinya meminta pertolongan. Kata ganti ka dalam kata iyaka, dimaksudkan kepada Allah. Dalam tata bahasa Arab, pengulangan kata iyyaka, menunjukkan kata yang terikat dengannya itu sangat penting. [iii]

Kata ista’inu juga terdapat pada firman Allah berikut ini: Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. (QS. al-Baqarah [2]: 45). Dengan demikian, kesamaan kata tersebut benar-benar menunjukkan dasar dari peribadahan.

Sebagian ulama berpendapat, ayat di atas merupakan ayat kausalitas. Jika ingin mendapat pertolongan dari Allah, maka tunduk patuhlah pada ketetapan-Nya. Keterangan makna ini juga ditegaskan dalam firman Allah yang lainnya, Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. at-Thalaq [65]: 3).[iv]

[i] Daqiq al-Ied, (2001), Syarah Hadits Arba’in Imam Nawawi, Yogyakarta: Media Hidayah, cet. 10, hlm.98-99

[ii] Hudzaifah Ismail, (2010), Tadabur Ayat-ayat Motivasi, Jakarta: Gramedia, hlm. 238

[iii]Rasyid Ridha, (2007), Menemukan Hakikat Ibadah, Bandung: Mizan Pustaka, cet. 4, hlm. 92

[iv] Daqiq al-Ied, op.cit, hlm. 99

Komentar ditutup.